Dalam posting sebelumnya telah kita ungkapkan bahwa nilai spiritual akan memberikan bobot tinggi dalam sikap syukur kita. Sekarang kita perbincangkan mengenai fikiran yang berisi rasa syukur.Otak yang merupakan sumber kemuliaan manusia sejak jaman purbakala merupakan instrumen penting dalam berfikir. Dalam proses penciptaan tatkala malaikat diperintahkan sujud kepada Adam, kemudian iblis membantah. Dijelaskan bahwa kemuliaan itu ternyata dalam bentuk ilmu yang merupakan akal pikiran dari manusia.Kemuliaan karena akal pikiran inilah yang menjadikan manusia berkembang terus dari jaman ke jaman. Dari jaman purba dahulu kala menjadi jaman serba elektronik. Alvin Tovler pernah menyarikan peradaban ini mulai dari peradaban berburu, bertani, industri dan informasi.Akal fikiran inilah yang harus disyukuri oleh kita. Salah satu poinnya, pernahkah Anda merasa berat membawa bergitu banyak ilmu dan pengetahuan dalam otak ? Berbeda dengan ilmu yang tertuang dalam buku memerlukan tempat luas meski sekarang mulai beralih ke elektronik, namun jelas memerlukan teknologi tinggi.Otak penuh dengan kecanggihan lebih hebat dari perpustakaan elektronik manapun di dunia. Saatnya kita bersyukur dengan intelegensia yang kita miliki. Instrumen akal pikiran ini juga bekal untuk mengenal diri dan ujungnya mengenal Sang Pencipta.Newton ketika menjelaskan penemuan tenaga grafitasi dia dengan rendah hati mengatakan, saya bersandar kepada para pemikir raksasa sebelum saya. Sungguh betapa sangat rendah hati dan tinggi rasa syukur ilmuwan kaliber Newton/