Dalam kehidupan ini sudah wajar ada persaingan. Kemanapun Anda menghadap, persaingan merupakan bagian dari perjalanan Anda. Mental yang tidak siap dengan persaingan akan berakhir dengan menyalahkan lingkungan. Sikap yang tidak menghargai persaingan akan mengarah kepada perilaku negatif terhadap orang lain dan bahkan terhadap diri sendiri.Contoh kecil saja. Jika kita naik kendaraan umum, maka sudah wajar ada perebutan tempat duduk. Di negara maju seperti di Inggris, antrian naik bis kota atau kereta api merupakan kebudayaan yang sudah melakat. Namun di Indonesia, antrian tidak menjadi kebiasaan. Berebut naik kereta api, bis kota atau bahkan berebut taksi di pagi atau sore hari kerja merupakan pemandangan biasa. Itulah persaingan dalam arti yang kecil.Dalam karir Anda jelas persaingan sangatlah kuat. Begitu Anda melamar ke sebuah perusahaan tentu tidak akan sendirian dengan bebas lalu wawancara dan diterima. Lembaga sekecil apapun bahkan tanpa iklan rekruitmen setidaknya akan dilamar sepuluh orang untuk peluang satu orang. Apalagi perusahaan besar yang sudah memasang iklan. Tentu saja persaingan sangat berat.Sikap terbaik dalam menghadapi hal umum dalam persaingan adalah sadar bahwa persaingan merupakan bagian dari sisi kehidupan yang menggenjot jiwa semakin matang. Perebutan jabatan, perebutan pasar dan persaingan di kantor adalah usaha untuk senantiasa mengasah diri dengan skill dan knowledge.Jika kita bersaing maka kita didorong untuk meningkatkan kemampuan kita setiap waktu. Seperti halnya waktu yang bergulir terus merupakan ketentuan alam, maka persaingan pun terus berubah, semakin lama semakin gencar.Siapkan mental dan fisik dengan berbagai perangkat keilmuan yang diperlukan sesuai dengan bidang Anda. Semakin tinggi jabatan dan karir semakin ketat persaingan. Jadikan persaingan sebagai sebuah olahraga yang memperkuat tubuh. Semakin banyak berlatih semakin kuat dan bugar tubuh Anda. Semakin sering menghadapi berbagai persaingan, semakin kreatif diri kita.