• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: September 2006

Kecepatan dan akurasi

07 Thursday Sep 2006

Posted by Setiawan in Archive, Teknik Penulisan

≈ Leave a comment

Salah satu hukum tidak tertulis dalam bidang pemberitaan adalah kecepatan. Seorang wartawan di lapangan dituntut secepatnya melaporkan apa yang terjadi di bidang liputannya. Semakin cepat semakin unggul media itu. Kantor berita dan berita online andalannya adalah kecepatan.

Selain kecepaan, akurasi juga penting. Kecepatan harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam pemberitaan. Jangan sampai ingin cepat, tidak ada konfirmasi lagi. Hal ini bisa fatal terjadi misalnya ketika memberitakan meninggalnya seorang pejabat tinggi atau mantan menteri.

Keluarga mereka bisa jadi menuntut  medianya. Akurasi bisa dicapai antara lain dengan double check. Jangan mengandalkan satu sumber. Cek silang selalu setiap info sebelum dilepas melalui media.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Wartawan dituntut cerdik

06 Wednesday Sep 2006

Posted by Setiawan in Archive, Tips Liputan

≈ Leave a comment

Saya baru saja membaca sebuah artikel yang menyatakan, meskipun pemboman bertubi-tubi terhadap Libanon, siaran televisi Al Manar milik Hizbullah hanya terganggu sekitar sepuluh menit ! Itupun karena markas televisi mereka dibombardir.

Sampai akhir gempuran sekitar sebulan, siaran Al Manar tidak terganggu sama sekali. Israel tidak bisa mengejar dan melacak darimana siaran itu dipancarkan. Bahkan para wartawan pun tidak membuka mulut darimana pusat siaran yang berjalan mulus itu dipancarkan.

Wartawan memang harus memiliki kecerdikan dalam peliputan. Wartawan stasiun Hizbullah tidak mau kalah menghadapi gempuran militer Israel. Siaran selama 24 jam berjalan tanpa terganggu oleh situasi militer. Disinilah salah satu pelajaran penting betapa pemberitaan dan peliputan tetap harus bisa diterbitkan atau disiarkan apapun yang terjadi.

Wartawan dituntut memiliki komitmen untuk tetap memberitakan perkembangan terakhir kepada masyarakat dan dunia mengenai sikap dan pandangannya. Komitmen untuk tetap terbit dalam situasi apapun telah ditunjukkan koran Serambi Indonesia di Aceh. Kalau tidak salah hanya terganggu satu hari, koran ini langsung terbit dari tempat darurat dan disertai komitmen jajaran wartawan untuk tetap hadir mengunjungi pembacanya.

Kecerdikan, komitmen dan ketahanan fisik merupakan sebuah hal penting dalam penerbitan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Banyak membaca kolom dan budaya

04 Monday Sep 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Salah satu kiat jika kita meliput ke sebuah negara apalagi dalam waktu singkat, datanglah ke toko buku kemudian cari buku-buku tentang kebudayaan serta buku mengenai kolom di surat kabar.

Banyak hal dalam buku tulisan kolom seorang pengamat memberikan latar belakang penting bagi sebuah peristiwa. Ketika saya datang ke Manila, saya menembukan sebuah buku kumpulan tulisan yang menarik dari segi budaya, politik dan ekonomi yang banyak menjelaskan mengenai kebiasaan, masalah dan berbagai aspek yang tidak terungkap dalam berita sehari-hari.

Buku-buku tersebut sangat mudah diperoleh di sebuah negara yang  memang gemar menulis. Tidak hanya membantu tetapi juga bisa memberikan perspektif lebih dalam daripada membaca buku standar mengenai politik atau ekonomi sebuah negara.

Kadang-kadang cerita-ceritanya lucu dan memberikan warna mengenai budaya sebuah bangsa termasuk dalam kegiatan politik.

Di Inggris buku seperti ini banyak. Yang bisa dijelaskan misalnya apa sih bedanya Partai Buruh dan Konservatif. Lalu siapa saja konstituen utamanya serta bagaimana mereka bisa menyajikan program yang berbeda meski secara ideologis tidak berseberangan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d