• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: July 2006

Penulisan tragedi

07 Friday Jul 2006

Posted by Setiawan in Teknik Penulisan

≈ 1 Comment

 

Tragedi bisa terjadi setiap saat. Media cenderung meliput habis-habisan tragedi ini terutama kalau sudah menyangkut drama manusia. Nasib hidup dan mati insan ini menjadi sebuah berita yang akan menjadi pusat perhatian dunia. Apalagi jika skala tragedi itu mengglobal seperti bom London, bom Bali dan kelaparan di Afrika.

Hari ini tanggal tujuh Juli 2006, tepat satu tahun tragedi pemboman di London. Yang sudah diketahui umum sebanyak 52 orang meninggal karena aksi bom empat orang di jaringan kereta bawah tanah dan sebuah bus.

Peristiwa pemboman itu terjadi saat saya berada di lapangan ketika akan berangkat ke kantor. Suasana mencekam dapat saya rasakan di London mulai sejak melangkah ke kereta api, jalan di London yang seperti kota mati dari kendaraan umum dan suara melengking ambulans dan polisi.

Beberapa angle yang bisa digarap dalam penulisan tragedi seperti tragedi di London ini:

1. Selalu diangkat adalah drama manusia. Mereka yang meninggal, perasaan mereka yang selamat, keluarga korban adalah sumber berita yang kuat. Hindari statistik. Sajikan statistik dalam bentuk grafik. Penulisan diarahkan kepada emosi dan suasana berduka yang akan mendominasi tulisan sejak lead sampai akhir. Drama manusia ini merupakan sebuah gambaran betapa hidup dan mati, betapa semua ini akibat konflik akan menjadi menarik..

2. Sajikan dalam bentuk feature. Pendekatan feature dengan penonjolan karakter dan emosi manusia adalah sajian yang biasanya lebih menyentuh dan mengundang pembaca. Inilah yang akan membuat sebuah penulisan berita akan menarik. Fokus kepada karakter manusia dan penyajian yang lebih mengalir dari sekedar standar 5W1H. Penulisan seperti ini memang memerlukan latihan sendiri, tidak hanya sekedar menuliskan berita standar.  Biasanya penulisan bentuk feature ini lebih berat dari sekedar penyajian hardnews biasa.

3. Selain bentuk emosi manusia yang ditonjolkan, jangan lupa konteks pemberitaan. Tragedi terjadi dalam sebuah peristiwa. Meski sorotan itu terhadap emosi dan suasana hati mereka yang terlibat dan yang melihat maka peristiwa yang melingkupinya, misalnya jenis bom apa jika memang itu ledakan bom atau badai seperti apa dan berapa kekuatannya.

4. Jangan lupa di bagian belakang menuliskan sebuah ulasan sedikit mengenai apa yang terjadi kemudian, bagaimana para korban tragedi ini dan apakah akan bertambah jumlahnya. Lalu apakah gempa atau bencana itu akan terjadi lagi misalnya dalam kasus liputan di Yogya. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Apa yang membuat Anda jadi wartawan ?

05 Wednesday Jul 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ 2 Comments

Pertanyaan ini mungkin lebih penting dari persoalan teknis yang dibahas dalam blog mengenai liputan. Wartawan adalah pekerjaan yang aneh.Ketika saya memasuki karir sebagai wartawan secara sadar melalui Kompas tahun 1988, potret karir ini tidaklah cemerlang. Suasana saat itu masih diliputi represi dan tekanan serta sensor.

Mungkin pandangan subyektif akan lebih bermakna kalau alasan ini dikemukakan dengan teori-teori tentang jurnalistik. Alasan ini akan diringkaskan dalam beberapa poin untuk nanti dielaborasi.

1.Pertama, barangkali pribadi saya terbawa oleh orang tua sebagai guru di sekolah menengah. Apalagi ibu yang guru bahasa Indonesia memiliki pengaruh besar.Bahasa Indonesia ternyata di kemudian hari sangat penting dalam karir di dunia jurnalistik. Salah satu kalimat yang sangat mempengaruhi saya adalah tulisan Bung Karno dalam buku di Bawah Bendera Revolusi bahwa kalau guru adalah memberikan pendidikan kepada satu kelas, maka wartawan adalah guru yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, kepada bangsa. Kalimat Bung Karno ini sungguh indah dan memberikan pandangan kuat terhadap liputan di lapangan.Ya seorang jurnalis tidak lain adalah guru bagi masyarakatnya, guru di ruang terbuka bukan di kelas yang tertutup.Wartawan adalah kalangan intelektual yang memberikan wawasan dan pencerahan kepada masyarakat dengan menemukan berbagai masalah di lapangan.

Dia bekerja tidak hanya sekedar membuat berita atau ulasan. Dia bekerja karena sadar sebagai guru yang semestinya memberikan arah kepada kehidupan bangsanya. Kalau hanya sekedar kuli disket atau kuli tinta, maka pekerjaan wartawan adalah membosankan dan melelahkan. Namun terbukti pandangan yang lebih mendalam sebagai bagian dari kalangan intelektual yang terbukti di di seluruh dunia akan memberikan tekanan dan penghargaan atas profesi ini.

 to be continued

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Optimalisasi halaman berita di Cyberspace

04 Tuesday Jul 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ 5 Comments

Dengan kemudahan membuat audio dan video, maka halaman berita di cyber space akan terbuka peluang lebih bervariasi. Selama ini seperti situs detikcom atau kompas online lebih mengutamakan gambar dan cerita. Untuk ke depan banyak variasi bisa dilakukan bahkan sudah dilakukan oleh para blogger.

Pencinta blog ini bisa dengan mudah memuat gambar, suara dan bahkan video. Fasilitas penyimpanan audio dan video sudah sangat banyaknya sehingga halaman web akan lebih hidup dengan content yang dibuat para pengguna internet.

Lihat saja bagaimana youtube begitu populernya untuk membuat berbagai eksperimen membuat video. Bahkan ada yang menyimpan film seri di situs youtube ini. Demikian juga peluang membuat link ke grouper sangat mudah.

Dengan kata lain, halaman cerita saja tidak cukup untuk membuat pengakses mengetahui persis apa yang terjadi dengan berita tersebut. Adanya audio dan visual melalui video akan semakin memperkaya dan mendorong pembaca internet mendapatkan informasi yang komprehensif.

Soal akses karena broadban masih langka seperti di Indonesia. Ini hanya soal waktu saja seperti halnya telepon seluler. Sebuah telepon seluler atau istilahnya telepon satelit bentuknya seperti tas kecil dan harganya puluhan juta rupiah. Hanya orang-orang kaya tertentu bisa memegang telepon canggih yang bisa dibawa kemana-mana. Peristiwa itu tinggal sejarah. Anda bisa membawa telepon seluler dengan link ke seluruh jagat, bisa mendownload, bisa merekam, membuat foto dan merekam short video. Perkembangan ini ditempuh dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahunan.

Dan koneksi internet seperti di Barat telah menjadi bagian kehidupan ekonomi. Transaksi bank dan belanja sudah hal tak aneh lagi. Demikian juga memesan tiket pertunjukan atau kereta api dan mobil sudah menjadi barang sehari-hari. Lebih lagi digunakan untuk lelang seperti eBay yang setiap menit berlangsung beberapa transaksi.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d