• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: July 2006

Lowongan koresponden Radio Jerman

12 Wednesday Jul 2006

Posted by Setiawan in Peluang Kerja

≈ 12 Comments

Andakah Yang Kami Cari?

Radio Internasional Jerman Deutsche Welle (DW Jerman) adalah radio berita dengan siaran dalam 30 bahasa. Lewat siaran radio kami mendukung demokrasi, hak-hak asasi manusia dan toleransi.

Radio Jerman

Dipancarkan lewat gelombang pendek, satelit dan melalui stasiun-stasiun radio mitra. Bekerja dalam tim yang solid, kami menyajikan berita, laporan, komentar dan latar belakang peristiwa-peristiwa internasional. Kami
hadir dengan berita-berita aktual, kritis, obyektif dan berimbang.

Kami mengajak anda menjadi bagian dari Radio DW Jerman sebagai koresponden di Jakarta. Kami mencari wartawan yang punya integritas tinggi, menolak segala bentuk suap dan memiliki jaringan kontak luas.

Kualifikasi:

1. Lulusan perguruan tinggi atau pendidikan setara.
2. Berpengetahuan luas tentang isu sosial, politik dan ekonomi di Indonesia.
3. Minimal 2 tahun pengalaman kerja di radio.
4. Mampu menggunakan program MS Word dan pengolahan audio dengan cool edit pro (adobe audition). Mampu mengirim data audio lewat internet dengan kualitas mp3 yang baik.
5. Berbahasa Inggris lisan dan tulisan.
6. Kreatif, inisiatif, mampu bekerja mandiri.
7. Pengetahuan tentang Jerman dan bahasa Jerman tidak mutlak, tapi punya nilai lebih.

Tugas rutin anda menbuat usulan berita dan mengirim laporan untuk Radio DW Jerman.

Penghasilan anda sekitar 6 sampai 10 juta rupiah per bulan
(tergantung kualifikasi).

Bila berminat, kirim lamaran anda dengan dilengkapi:

1. Riwayat hidup.
2. Contoh berita atau mini feature (narasi + soundbites dengan durasi total 3 menit). Tema dari bidang politik atau ekonomi. Berita atau feature dikirim dalam bentuk rekaman mp3 beserta teks.
3. Scan pas foto

Lamaran dikirim lewat email ke: Hendra.Pasuhuk@dw-world.de

Lamaran anda kami tunggu sampai 1 Agustus 2006.
Hanya calon yang lolos seleksi awal akan dihubungi.

http://www.dw-world.de/indonesia

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Dicari: fixer di Sumatra

11 Tuesday Jul 2006

Posted by Setiawan in Peluang Kerja

≈ Leave a comment

Informasi dari milis lingkungan:

Ada stasiun tv dari Yunani sedang cari fixer di Sumatra untuk membantu pembuatan film dokumenter tentang pembajakan di selat malaka. Kalau ada di antara teman2 atau ada kenalan yg di sumatra yang biasa jadi fixer, fasih bahasa inggris dan paham soal pembajakan tersebut, bisa email saya segera. salam,chris
 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Karakteristik Berita

10 Monday Jul 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Karakteristik Berita

Oleh Asep Setiawan

Pendahuluan

Dunia jurnalistik mendapatkan momentum baru pada era reformasi di Indonesia saat ini. Ketika Orde Baru berkuasa, banyak fakta disembunyikan sehingga pers yang berperan sebagai penyambung lidah masyarakat tidak mendapatkan informasi yang akurat, benar dan lengkap. Kehidupan pers banyak dipengaruhi oleh kekuasaan pemerintah sehingga berkali-kali terjadi pembredelan koran atau majalah.Pada saat era reformasi bergulir, peranan pers menjadi penting. Dunia jurnalistik hidup kembali. Demikian pula praktisi jurnalistik baik wartawan maupun unsur pendukungnya menghirup udara segar. Isyarat hidupnya kembali dunia kuli tinta (sekarang disebut kuli disket) ini terlihat dari banyaknya penerbitan yang muncul. Majalah, tabloid dansurat kabar baik harian maupun mingguan tumbuh bagaikan jamur.Pada umumnya di bidang penerbitan surat kabar misalnya, terdapat empat bagian penting yakni bagian editorial, sirkulasi, periklanan dan percetakan. Kebutuhan akan barang dan jasa pendukung kehidupan jurnalistik ini menyebabkan bidang ini beralih menjadi sebuah industri. Hal itu disebabkan bidang persuratkabaran, televisi maupun radio membutuhkan berbagai peralatan yang mahal harganya dan juga kertas maupun mesin percetakan yang saat ini sudah sampai pada teknologi cetak jarak jauh.Makalah singkat ini akan menyinggung salah satu bagian penting dari dunia pers yakni seksi editorial yang tugasnya memproduksi dan menghasilan berita, features, analisa dan opini. Bagian pertama ini akan membahas karakteristik umum sebuah berita.

Definisi News

News (berita) mengandung kata new yang berarti baru. Secara singkat sebuah berita adalah sesuatu yang baru yang diketengahkan bagi khalayak pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, news adalah apa yangsurat kabar atau majalah cetak atau apa yang para penyiar beberkan.

Menurut Brian S Brook dkk (1985), berita terdiri dari unsur fakta. Namun tidak setiap fakta adalah berita. Berita biasanya menyangkut manusia tetapi tidak setiap orang bernilai berita. Berita, demikian Brian S Brook, adalah tentang apa yang terjadi di dunia namun hanya serpihan kecil fakta yang dilaporkan.

Kriteria Tradisional News

Berbagai pendapat dilontarkan untuk mengidentifikasi apa yang disebut berita. Sedikitnya ada tujuh poin kriteria yang disebut berita:

1. Audience.

Seperti halnya kepingan salju, tidak ada dua pendengar/pembaca yang benar-benar sama. Oleh karena itu sebuah berita mungkin lebih berarti bagi seseorang daripada yang lainnya. Oleh karena itu perlu dipikirkan ketika menulis siapa yang akan membaca atau mendengar apa yang kita tulis. Di sini seyogyanya penulis mempertimbangkan aspek kultural, sosial dan ekonomi sebuah masyarakat pembaca.

2. Impact

Seberapa banyak orang yang terpengaruh berita dan seberapa serius mereka terpengaruh akan menentukan pentingnya berita. Oleh sebab itulah akibat dari berita itulah yang mungkin bermanfaat.

3. Proximity

Biasanya sesuatu kejadian bisa menjadi berita lebih besar jika terjadi di seputar Anda daripada peristiwa yang jaraknya lebih dari 1000 km dari Anda sendiri.

4. Timeliness

Berita hari ini akan basi pada esok hari.Namun karena cepatnya pelaporan berita maka surat kabar dan majalah lebih mengkonsentrasikan mengenai berita bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi dan kurang memberi tempat kepada apa yang telah terjadi.

5. Prominence

Nama tidak selalu mebuat berita. Pertunjukkan rodeo dan lomba memotong batang kayu mungkin kurang menarik perhatian orang. Namun jika Ronald Reagan melakukannya maka itu menjadi berita. Ia masih berusia 70 tahun dan menjadi presiden AS.

6. Unusualness

Hal tidak biasa membuat berita. Pada abad ke-19 ada ungkapan “anjing menggigit manusia bukan berita tetapi manusia menggigit anjing, itulah berita. Saat ini resep lama tersebut masih bertuah.

7. Conflict

Sebagian besar wartawan menghabiskan banyak waktu untuk meliput konflik apakah itu perang, pertarungan politisi, kejahatan atau olahraga. Konflik membuat berita menjadi menarik dan keingintahuan orang akan akhir cerita mendorong orang membaca atau mendengar berita.

Penutup

Dari paparan singkat tentang karakteristik yang membuat news itu maka nilai sebuah berita yang layak dibaca atau diketahui pembaca atau pendengar tergantung dari faktor-faktor tersebut. Untuk menentukan mana berita yang akan menjadi berita utama atau berita biasa tergantung pertimbangan aspek tersebut.

Daftar Pustaka

Brooks, S. Brian et.al, News Reporting and Writing. New York. St Martin’s Press, 1985.

Hester, Albert L dan Wai Jan J To, Pedoman untuk Wartawan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1997

Graber, Doris A, Processing the News: How People Tame the Information Tide. New York: Longman, 1988.

Djurnalistik dalam Praktek: Bagian I, Berita. Jakarta: Jajasan Kantor Berita Nasional Antara, 1959.

Metzler, Ken, Newsgathering. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall, 1986.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d