• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: July 2006

Tips masuk dunia jurnalistik (2)

24 Monday Jul 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ 30 Comments

Ada sebuah nasihat dari seorang pakar marketing dan karir. Kebanyakan orang untuk mengambil sebuah karir adalah tidak mengambil keputusan. Orang ragu-ragu apakah karir yang akan dimasuki memiliki masa depan baik? Atau cocokkah dengan karakter saya ? Apakah saya mampu ? Saya tidak punya keahlian di bidang ini sebelumnya ? Saya tidak punya pengalaman menulis ?

Sang pakar ini memberi nasihat. Putuskanlah terlebih dahulu. Buatlah keputusan. Pilihlah jalan hidup Anda! Demikian apa yang disarankannya. Diterima atau tidak, kadang-kadang kita tidak memutuskan terlebih dahulu mau kemana.

Jika Anda memutuskan masuk dunia jurnalistik apakah sebagai wartawan bidang media cetak atau elektronik, segera ambil. Jangan menunggu sampai habis waktu kita. Bertanyalah mengenai prospek di bidang ini kepada sahabat, rekan atau orang yang bisa diminta pertimbangkan.

Setelah mengambi keputusan, tuliskanlah. Tuliskan keputusan itu diatas sehelai kertas atau di sebuah file atau di sebuah blog. Tuliskan dengan rinci tujuan Anda dalam karir itu. Tidak menuliskan secara eksplisit untuk keperluan Anda sendiri, maka keputusan itu tidak lain adalah harapan kosong.

Jika kita memutuskan sesuatu kemudian menuliskannya, maka energi akan menyatu antara harapan dan kenyataan. Antara apa yang dipikirkan dengan apa yang akan terjadi. Tangan dan pikiran serta seluruh energi dalam tubuh Anda tersalur kedalam tulisan itu. Keputusan tidak akan jadi harapan kosong. Keputusan itu telah menjadi energi.

Langkah selanjutnya akan mengikuti keputusan yang ditulis itu. Langkah-langkah berikutnya akan beranjak dari keputusan yang telah ditulis. Tidak percaya ? Coba tuliskan, apa yang Anda kehendaki dengan masuk dunia jurnalistik. Lalu apa langkah-langkah berikutnya. Tanpa ada rincian, sekali lagi keputusan itu tinggal angan-angan Anda.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips masuk dunia jurnalistik (1)

23 Sunday Jul 2006

Posted by Setiawan in Peluang Kerja

≈ 177 Comments

Banyak pertanyaan seputar bagaimana memasuki dunia jurnalistik ketika sebuah lowongan dipasang. Bagaimana caranya ? Mengapa saya gagal ? Saya baru lulus bisakah masuk ke dunia jurnalistik. Lalu mau melamar bagaimana caranya ?

Pertanyaan serupa pernah muncul dalam benak saya sebelum memasuki dunia jurnalistik.

Salah satu tip untuk memasuki dunia jurnalistik adalah kesiapan dari dalam diri kita ? Apakah kita benar senang melihat bagaimana kesibukan para wartawan, presenter televisi atau radio dan berbagai tokoh jurnalistik berbicara soal media ? Jika ya, maka teruskan pada tahap berikutnya.

Mengapa minat menggebu ini penting ? Karena dengan modal inilah semua kesulitan bisa diselesaikan. Minat yang tinggi dinggal digabung dengan skills, misalnya membuat cv dan wawancara.

Jika minat sudah ada, maka mulailah bertindak menuju dunia jurnalistik dengan banyak menulis, banyak membuat analisa dan membuat opini di media massa di kota Anda. Identifikasi minat Anda. Bila bermimat di dunia sastra, mulailah dengan menulis puisi, prosa atau cerpen. Mulailah sekarang juga apalagi bagi yang akan lulus. Tulisan Anda di sebuah media daerah atau bahkan media nasional akan memperkuat bobot Anda dibandingkan dengan rekan lainnya ketika sama-sama mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan.

Jika tidak bisa dimuat, saran Mochtar Lubis, buatlah tulisan setiap hari – sekali lagi setiap hari – di buku harian Anda. Membiasakan memberi komentar dan deskripsi akan memberikan kekuatan dan modal penting dalam liputan di masa datang. Saran Mochtar Lubis – tokoh sastra ini – sangatlah berarti karena begitu Anda memang tuts komputer atau pena, kadang-kadang Anda tidak berani mengungkapkan perasaan, opini atau argumentasi. Anda menjadi pemalu.

Nah bagaimana Anda bisa pemalu menulis komentar tentang peristiwa di sekitar Anda mulai dari kasus korupsi, banjur, got mampet, kemarau panjang dan angkot yang tidak disiplin, kalau bisa berbicara dan berdebat dengan rekan Anda tentang suatu masalah yang lagi hot. Kebiasaan menulis buku harian – tidak selalu tentang romantisme Anda – mengenai topik sosial, nasional dan internasional akan membuat Anda terbiasa dan terbuka dalam mengajuka pendapat. Anda juga bisa terbiasa menuliskan secara runtut dan logis.

Bila sudah selesai, kaji dan baca kembali. Siapa tahu memang dari situ kelihatan bakat Anda dalam penulisan. Tidak selalu tentu tulisan pertama akan menjadi karya yang terpuji, tetapi Anda telah mengawali langkah untuk memasuki karir di dunia jurnalistik.

Sekali lagi mulailah menulis. Tulis apa saja, beri komentar apa saja. Lalu perlahan-lahan buatlah ulasan terhadap peristiwa yang menarik minat Anda. Keluarkanlah seluruh pengetahuan dan daya analisa Anda, niscaya ini akan menuntun ke dunia lebih luas dalam tahap awal dunia jurnalistik.

Jangan menyerah jika selama satu hari, Anda tidak menulis apapun karena merasa buntu pikiran. Saat kesulitan seperti itulah yang menentukan apakah Anda menyerah atau terus maju.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Meliput konflik

23 Sunday Jul 2006

Posted by Setiawan in Teknik Penulisan

≈ 1 Comment

Salah satu tantangan dalam peliputan adalah meliput konflik baik itu berupa konflik politik, militer atau konflik sosial. Pertikaian adalah bagian dari kehidupan manusia dalam tataran individual, kelompok bahkan negara. Kita mengenal dua blok besar saat Perang Dingin antara blok Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Dua blok besar ini selama hampir setengah abad menjadi bagian dalam khasanah pelaporan jurnalistik. Media massa dalam kurun waktu antara 1945 sampai 1980-an didominasi oleh pertikaian besar antara blok komunis dan kapitalis. Media massa pun terpengaruh dalam pengkotakan itu. Sulit disebutkan bagaimana muncul objektivitas jika liputan konflik itu kemudian dituangkan dalam karya jurnalistik. Masing-masing negara, masing-masing media dan bahkan masing-masing wartawan terpengaruh oleh adu kekuatan itu.

Salah satu tips dalam kondisi itu adalah kaidah dasar jurnalistik untuk memuat kedua belah pihak atau sekian pihak yang terlibat dalam konflik ini. Pandangan kedua pihak perlu dicatat dan dilaporkan disertai grafik atau gambar.

Dalam konflik di Lebanon yang disebut-sebut antara Israel dengan Hamas dan Israel dengan Hizbullah maka mau tidak mau penulisan liputan baik langsung maupun dari sumber kedua seperti kantor berita, tugas utama media adalah memetakan persoalan. Kampanye kedua belah dipetakan dalam sebuah bingkai konflik antar dua pihak.

Tentu saja sulit melepaskan dimana media dan jurnalis itu berada dalam penulisan jika konflik itu melibatkan emosi. Gempuran besar terhadap Lebaon dari superioritas udara Israel bisa disebut sebagai perang tidak berimbang karena tidak melibatkan pertempuran yang sebanding. Sebenarnya ini tugas jurnalis juga menggambarkan apa yang terjadi dengan serangan itu dan bagaimana perlawanan dari Hizbullah terhadap serangan itu.

Namun ada catatan mengenai laporan konflik ini. Meski tetap berusaha untuk berimbang dalam pemuatan berita namun media juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Apakah itu kebijakan editorial atau para pembacanya, maka penyajian untuk mencapai sebuah liputan obyektif bukan berarti tidak boleh menonjolkan satu berita atau pandangan.

Dalam situasi di Lebanon tentu nasib warga Lebanon yang terusir karena perang lebih menarik menjadi perhatian ketimbang pertempuran yang tidak seimbang. Atau bisa juga mengambil angle mengenai heroisme Hizbullah sebagai underdog melawan goliath Israel.

Setiap liputan konflik memerlukan kreatifitas juga. Tidak selalu media harus mengikuti pola pemberitaan yang berlaku atau disajikan kantor berita asing seperti Reuters atau AFP. Namun setelah mengolah data dari berbagai media, bisa saja media di Indonesia menyajikannya yang tepat sesuai konsumsi pembaca.

Penyajian liputan yang salah terhadap sebuah konflik akan menimbulkan keresahan dari pembacanya. Mungkin apa yang dianggap seorang jurnalis profesional adalah proporsional dan adil dalam liputan, belum tentu dianggap tepat oleh pembaca. Oleh sebab itu perlu ekstra hati-hati mengenai cara menyajikan liputan seperti terjadi di Lebanon. Untuk soal kehati-hatian ini memang insting jurnalis yang lama bisa membaca dan merasakan bagaimana denyut masyarakat itu, tidak hanya sekedar faktual seperti disajikan media utama Barat meskipun sebenarnya tidak faktual juga. Kalau kita simak lebih rajin televisi misalnya, Al Jazeera akan kentara sekali menonjolkan satu sisi yang lebih menekankan sisi Arab-nya bukan pernyataan dari ibu kota negara-negara Barat.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d