• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: June 2006

Lowongan di Trans TV

24 Saturday Jun 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ 376 Comments

Join our innovative and imaginative TRANS TV TEAM !

Our company is one of the prestigious and rapidly growing televisions and aims to be one of the best TV stations in Indonesia. At present, we are looking for:

PRESENTER/REPORTER

Requirements and Qualifications:

Fresh-graduate or experienced

Minimum Sarjana degree

Good looking and good interpersonal skills Good oral and written English Will be stationed in Jakarta Maximum of age: 27 yrs Minimum of height: Male -170 cm; Female – 160 cm Please send your CV and recent photograph (full body and close up) at least July 5, 2006, to:

Human Capital Department, PT Televisi Transformasi Indonesia

Jl Kapt Tendean kav.12-14 A, Jakarta 12790

or e-mail to : hrd.jkt@transtv.co.id

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips wawancara dengan nara sumber utama

23 Friday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Wawancara dengan nara sumber utama seperti tokoh-tokoh nasional negara asing atau tokoh oposisi yang dicari para wartawan dunia.

Saat berkunjung untuk liputan ke Rangoon, salah satu target adalah wawawancara Aung San Suu Kyi. Tentu ini adalah sasaran idel semua wartawan yang ada. Bahkan saat itu di Ranggoon ketika datang sudah ada sedikitnya 200 wartawan mancanegara yang berebut ketemu Suu Kyi yang sudah dibebaskan dari tahanan rumah.

Beberapa langkah yang ditempuh saat itu adalah:

1. Datang ke lokasi rumah Aung San Suu Kyi dimana setiap hari pagi dan sore dia berbicara kepada para pendukungnya. tentu Suu Kyi menggunakan bahasa setempat, jadi yang terdengar adalah pidato dia di belakang pintu gerbang besar dengan speaker seadanya lalu disambut yel-yel para pendukungnya. Begitu terjadi selama beberapa hari. Tentu saja mustahil mendekati Suu Kyi karena tidak hanya wartawan tetapi juga tokoh Liga Nasional untuk Demokrasi dan para biksu mengejarnya.

2. Setelah hadir dalam beberapa kali acara rutin mimbar demokrasi itu, suasana kegembiaraan meliputi jalan yang ada di sekitar rumah Suu Kyi yang terletak di pinggir danau. Nah saat itu adalah bagaimana mendekati para penjaganya yang notabene adalah para pendukung Suu Kyi. Sopir taksi uang disewa sudah diminta bantuan tapi tidak bisa dia melakukan apa-apa.

3. Cari info lewat wartawan lokal dan mancanegara yang Asia atau Eropa sama saja. Beluma da jawaban karena merekapun ternyata sama pikirannya, wawancara eksklusif dengan Suu Kyi. Nah salah satu keunggulan waktu itu tidak ada wartawan Indonesia. Setelah berkenalan tanya sana dan tanya sini, baru menemukan orang Rohingya yang ternyata seorang Muslim. Lewat koneksi ini dan ternyata dia bisa berbahasa Inggris dengan baik, maka saya mulai ngobrol dan mengutarakan niatnya. Ternyata dia paham, lalu berjanji akan menyambungkan saya dengan para penjaga karena dia bisa berbahasa lokal. Kenalan inilah yang menjadi pembuka untuk komunikasi kedalam. Maka diajaknya saya mendekati gerbang setelah acara pidato berapi-api selesai. Dia lalu berbicara, bahwa ada wartawan dari Indonesia ingin wawancara dengan Suu Kyi lalu surat saya dari kantor diserahkan dan juga kartu nama. Penjaga yang masih belia itu lalu menerima surat itu dan dimasukkan kedalam untuk diproses.

4. Tentu saja jauh dari optimis bisa bertemu dengan Suu Kyi yang dikerumuni wartawan seluruh dunia. Keesokan harinya dicek lagi ke pintu mengenai jadwal wawancara dan ternyata hasilnya nihil. Begitu terus dicek dan akhirnya keluar informasi  Kompas dijadwalkan wawancara agak sore !

5. Setelah menulis laporan setiap hari yang dikirim melalui faks dari hotel, dan susahnya setengah mati karena harus dicek ulang ke Jakarta, maka disiapkan sedertan pertanyaan. Alat perekam juga dipersiapkan dan tidak lupa koran Kompas dengan foto Suu Kyi dan kamera.

6. Ternyata setelah diijinkan masuk kedalam, saya merekam semua keadaan itu mulai dari kantor penjaga dekat pintu gerbang, ada kantor dekat rumah Suu Kyi dan Rumahnya yang kusam dipinggir pantai. Cukup luas. Akhirnya bisa berjumpa di dengan Suu Kyi dan bisa mengadakan wawancara dengan santai, malah dia masih memberikan banyak waktu walaupun tentu semua pertanyaan sudah selesai dijawab dengab singkat dengan bahasa Inggris yang lancar.

7. Setelah wawawancara berfoto bersama dan mengambil beberapa foto Suu Kyi sebagai dokumentasi. Dia tampak sudah terbiasa menerima wartawan beberapa hari setelah enam tahun dalam tahanan rumah, tidak diijinakn bertemu siapapun.

Demikian sekilas tips wawancara, ada beberapa tips lagi wawancara dengan beberapa tokoh seperti Anwar Ibrahim dan Nur Misuari.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips liputan sidang tertutup

23 Friday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Saya teringat setelah mendapatkan "latihan" mengenai cara peliputan dan penulisannya, maka diterjunkan meliput langsung pertemuan informal Laut Cina Selatan. Masih segar dalam ingatan, pertemuan berlangsung di Hotel Homan Bandung.

Pertemuan berlangsung tertutup dan informasi hanya didapat dari Dr Hasyim Djalal pada akhir pertemuan. Namun kan kita harus tetap meliput karena berlangsung kalau tidak salah dua atau tiga hari.

Nah salah satu caranya yang mungkin banyak sekali digunakan adalah wawancara ketika jam makan siang. Saat mereka keluar ruangan untuk mencari udara segar dan beristirahat, dimulailah perburuan.

Pengalaman, perburuan harus dilakukan dengan cara mendekati nara sumber yang kenal baik. Nah salah seorang anggota delegasi yang dijadikan nara sumber waktu itu adalah Dr Luhulima, pakar dan pengamat Asia dari LIPI. Pandangannya berbobot dan menjadikan state of the art soal Laut Cina selatan menjadi jelas bagi saya dan bagi pembaca kemudian, termasuk apa yang sekarang diupayakan.

Dengan berbekal bincang-bincang singkat itu dapat disusun berita cukup informatif.

Informasi lainnya saya dapatkan dari seorang anggota delegasi Singapura, juga seorang akademisi dan peneliti. Dia juga memberikan gambaran persoalan dan posisi masing-masing delegasi termasuk Singapura.

Jadi kalau ada sidang tertutup, berburulah saat makan siang. Bahkan dalam kasus tertentu, saat anggota delegasi ke toilet pun diburu nyamuk pers. Tentu Anda juga tidak ketinggalan berburu.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d