Jurnalistik Praktis, Segera Terbit

 

Jika Anda memutuskan memasuki dunia jurnalistik apakah sebagai wartawan bidang media cetak atau elektronik, segera ambil langkah itu. Jangan menunggu sampai habis umur kita memikirkannya. Putuskan sesegera mungkin ! Dan bertindaklah ! Jika Anda ragu, bertanyalah mengenai prospek di bidang ini kepada sahabat sekat, wartawan di kota Anda atau pakar komunikasi. Setelah mengambi keputusan, tuliskanlah segera ! Tuliskan keputusan menentukan itu diatas sehelai kertas, di dalam komputer atau bahkan di sebuah blog. Tuliskan dengan rinci tujuan Anda berkarir di bidang jurnalistik. Jika Anda tidak berusaha menuliskan secara eksplisit target Anda sendiri, maka keputusan itu tidak lain adalah harapan kosong. Menjadi wartawan merupakan sebuah pilihan hidup. Namun dibalik itu terbentang kesempatan untuk bertemu berbagai anggota masyarakat mulai dari seorang pemulung sampai seorang presiden. Profesi wartawan bisa membawa Anda juga berkeliling Indonesia. Dan yang tentu banyak diimpikan, profesi ini bisa mengajak Anda berkeliling dunia ! Buku ini menjelaskan salah satu motif Anda untuk menjadi seorang jurnalis handal, apa saja syaratnya dan kemampuan apa yang dikehendaki. Dalam buku ini Anda akan mengetahui peristiwa seperti apa yang disebut berita dan apa pula yang disebut kejadian bernilai berita. Lalu bagaimana wawancara yang dilakukan seorang wartawan dan bagaimana pula liputan di lapangan yang akan dilakukan seorang jurnalis. Lebih dari itu buku ini menjelaskan tips-tips praktis ketika Anda sudah terjun di dunia jurnalistik. Tips ini bisa juga memotivasi mereka yang mau terjun secara total di media massa.

Apa Jurnalisme itu?

Produser yang handal merupakan jurnalis berkualitas tinggi. Mereka berpikir seperti seorang wartawan. Mereka memahami bagaimana mengikuti berita harian yang merupakan bagian dari perannya sebagai produser dan sebagai wartawan. Jika kita baru dalam dunia kewartawanan masih ada beberapa langkah menuju ke arah sana.

Untuk menjadi produser yang handal kita harus memahami apa yang disebut jurnalisme. Lalu apa yang disebut jurnalisme itu sendiri? Kita tahu bahwa audiens ingin menyaksikan program berita pertama-tama untuk mengetahui berita. Mereka menonton dengan sejumlah alasan seperti melihat ramalan cuaca namun terutama mereka ingin mengetahui peristiwa hari ini. Oleh karena itu sebagai seorang produser perlu mengetahui definisi yang jelas mengenai berita dan jurnalisme.

Banyak pengertian soal jurnalisme ini. Jurnalisme dimulai dengan pencarian fakta untuk dilaporkan. Sebagai seorang produser berita kita harus mampu merangkai fakta dan menyusun laporan.

Namun demikian jurnalisme tidak hanya sekedar mengumpulkan informasi, jurnalisme juga menyangkut penulisan naskah dan editing. Oleh sebab itu definisi sederhana dari jurnalisme adalah “melaporkan, menulis dan mengedit berita untuk diterbitkan atau disiarkan”.

Namun demikian seorang jurnalis yang hebat tidak hanya sekedar mengumpulkan fakta-fakta dan menyiarkannya. Sebagai produser kita harus menceritakan kepada pemirsa televisi mengapa satu berita ini penting dan bagaimana mempengaruhi kehidupan mereka. Karena kita seorang jurnalis maka kita harus meletakkan konteks, perspektif dan latar belakang dalam menyampaikan laporan, menulis naskah dan melakukan editing.

Mengembangkan diri sebagai jurnalis

Kita memerlukan pengembangan diri untuk menjadi seorang jurnalis dengan sejumlah karakter sbb:

1. News junkie (suka kepada berita)
Pertama-tama seorang produser yang handal haruslah seseorang yang menyukai berita. Mereka merasa lapar dan bersemangat untuk mengikuti berita. Berita adalah aliran darahnya. Newsroom yang terbaik adalah dipenuhi dengan news junkie ini. Ketika terjadi breaking news mereka ingin menjadi yang pertama memberitakannya. Mereka juga mengamati stasiun televisi lain cara memberitakan breaking news. Mereka ingin tahu gambar yang terbagus dan informasi yang paling akurat. Mereka merupakan orang-orang yang berdaya saing tinggi.

2. General knowledge (Pengetahuan umum)
Sikap lainnya yang dimiliki jurnalis dan produser handal adalah mereka memiliki pengetahuan umum dan informasi tentang dunia serta bagaimana bergerak. Bagaimana kita tahu sesuatu informasi ini penting? Dimana akan ditempatkan dalam rundown? Apakah kita memiliki latar belakangnya untuk disampaikan kepada pemirsa? Inilah alasan mengapa kita harus memiliki pengetahuan sebanyak mungkin.

3. Knowledge challenge
Jika kita tidak memiliki pengetahuan dasar maka kita akan menghadapi kesalakan yang serius dalam menentukan berita mana yang penting. Keputusan memilih berita yang buruk dan kelalaian akan menyebabkan lunturnya kepercayaan newsroom dan manajer kepada kita. Lebih buruk lagi jika kita membiarkan berita yang salah mengudara maka kredibilitas stasiun televisi menjadi taruhannya. Jika pemirsa tidak percaya lagi kepada berita yang kita siarkan maka mereka tidak akan menoleh lagi kepada stasiun kita.

4. Jeopardy (berpengetahuan luas dan serba tahu)
Jeopardy merupakan game televisi yang populer di Amerika Serikat soal quiz berbagai topik seperti sejarah, seni budaya, sains, olahraga dan geografi. Bayangkan Anda menjadi salah satu kontestannya yang akan menghadapi pertanyaan dengan berbagai topik. Kita bukanlah ahli namun kita harus tahu banyak. Produser biasa disebut tahu “satu mil lebar dan satu inci dalamnya” mengenai sesuatu informasi.

Lalu bagaimana memperoleh pengetahuan yang luas ini. Resepnya: membaca, membaca dan membaca. Bacalah semua jenis majalah, buku, surat kabar dan situs internet. Membaca setiap hari akan membuat kita berwawasan mengenai isu-isu dalam berita hangat masa kini. ***

Sumber: Power Producer by Dow Smith(2002)

New Paradigm of news reporting

Under the traditional paradigm of news reporting, journalists should:

1. Seek external discoverable truth or, if there is no clear single truth, present two opposing
sides of the story;
2. Use sources with recognized expertise or authority;
3. Present that material objectively;
4. For consumption by a general mass audience;
5. Through one-way communication.

The new paradigm of journalism, in contrast, looks like this:
1. Notice issue and events;
2. Use own reporting as well as open sourcing;
3. Filter that through journalistic perspective;
4. For consumption by targeted audiences;
5. Who then provide feedback.