Kritis terhadap informasi dari aparat

Salah satu kesalahan yang banyak dibuat kalangan wartawan adalah terlalu percaya terhadap informasi dari aparat pemerintah apakah polisi, pejabat atau badan kehakiman. Seringkali mereka memberikan informasi untuk kepentingan dirinya, bukan dalam rangka pelayanan.

Tips dalam liputan menghadapi informasi dari satu sumber pemerintah adalah bersikap skeptis, kritis dan bertanya. Jangan membiasakan menelan 100 persen apalagi menjadi juru bicara aparat dalam pemberitaan.

Selalu ingat kedalam dua sisi. Impartial, tidak memihak dan balance seimbang adalah kata kuncinya.Bandara

Dalam pemberitaan mengenai teror di bandara London seperti diumumkan oleh pemerintah Inggris pun tetap menanggapinya dengan sangat kritis. Sebelum ada bukti kuat tetap perlu diselipkan keraguan dan pertanyaan.

Bahkan dalam peristiwa 11 September 2001 di New York Amerika Serikat, sebagian media Amerika terjebak menjadi jubir Bush karena tersudut oleh situasi. Dalam perang Irak media Amerika juga banyak dikritik sebagai jubir Gedung Putih.

Berita sebagai mosaik peristiwa

Saya teringat sebuah penjelasan dari seorang wartawan senior Kompas bahwa ketika menulis berita kita melihatnya sebagai sebuah sekuen. Peristiwa tidak muncul begitu saja. Ada latar belakangnya dan ada pula akibatnya.

BBC News

Jadi sebuah event tidak berdiri sendiri. Itulah prinsip penting dalam penulisan berita. Kita datang ke sebuah peristiwa apakah itu perang di Lebanon atau datang ke acara peresmian pabrik pupuk, tentu ada peristiwa yang mendahuluinya.

Itulah yang perlu  diketahui ketika terjun kedalam liputan. Saya baru mendengar bahwa kasus Mantan Presiden Suharto bisa dilanjutkan karena pembatalan sebelumnya tidak sah. ah tentu perlu diketahui mengapa kasus ini masih muncul. Mengapa dulu dibatalkan penyidanganya ? Itulah yang akan menjadi bagian dari berita dan liputan.

Jurnalis di lapangan perlu tahu kasus apa saja yang diajukan. Sumber informasi bisa datang dari arsip media, bertanya kepada pakar atau dari para pengacara terdakwa. Setidaknya dalam penulisan akan terasa tidak ada rasa ragu-ragu. Perspektif akan lebih luas dibandingkan jurnalis yang tidak punya background.

Demikian pula perlu diantisipasi apa yang akan terjadi kemudian. Pemikiran pertama tentu reaksi dari tim pengacara Soeharto

Oleh sebab itulah sebuah berita merupakan mosaik. Dia adalah bagian dari sebuah gambar besar. Kejadian yang kita liputa dalam satu hari tertentu merupakan sekuens atau urutan dari sebuah peristiwa.

Tempo Grup mencari koresponden

Berikut ini informasi dari milis 5 Agustus 2006, barangkali masih terbuka peluang besar bagi Anda. 

Tempo Grup (Majalah Tempo, Koran Tempo, dan Tempo News Room) mencari koresponden untuk wilayah:
– Banjarmasin
– Irian Jaya Barat
– Mataram, dan
– Bandung

Yang berminat silahkan kirim aplikasi dan CV ke HRD Tempo, lewat email:
elik@mail.tempo.co.id.