Banyak membaca kolom dan budaya

Salah satu kiat jika kita meliput ke sebuah negara apalagi dalam waktu singkat, datanglah ke toko buku kemudian cari buku-buku tentang kebudayaan serta buku mengenai kolom di surat kabar.

Banyak hal dalam buku tulisan kolom seorang pengamat memberikan latar belakang penting bagi sebuah peristiwa. Ketika saya datang ke Manila, saya menembukan sebuah buku kumpulan tulisan yang menarik dari segi budaya, politik dan ekonomi yang banyak menjelaskan mengenai kebiasaan, masalah dan berbagai aspek yang tidak terungkap dalam berita sehari-hari.

Buku-buku tersebut sangat mudah diperoleh di sebuah negara yang  memang gemar menulis. Tidak hanya membantu tetapi juga bisa memberikan perspektif lebih dalam daripada membaca buku standar mengenai politik atau ekonomi sebuah negara.

Kadang-kadang cerita-ceritanya lucu dan memberikan warna mengenai budaya sebuah bangsa termasuk dalam kegiatan politik.

Di Inggris buku seperti ini banyak. Yang bisa dijelaskan misalnya apa sih bedanya Partai Buruh dan Konservatif. Lalu siapa saja konstituen utamanya serta bagaimana mereka bisa menyajikan program yang berbeda meski secara ideologis tidak berseberangan.

Selalu melakukan double check

Jangan malu bertanya. Kalau perlu berulang kali. Jabatan, nama gedung, nama perusahaan, nama negara bahkan nama seseorang perlu ditulis dengan akurat. Jika kita ingin mendapatkan berita dan laporan akurat jangan malu bertanya lagi mengenai nama dan jabatan yang diwawancara.

Baru-baru ini saya wawancara Pak Rusman Heriawan. Sebelumnya beliau menjabat Deputi  Kepala BPS dan bulan Agustus beliau mengatakan sudah dua bulan menjadi Kepala Badan Pusat Statistik. Hal itu diketahui karena saya bertanya ulang, jabatannya apa yang terakhir.

Penjelasan Pak Rusman Heriawan memberikan koreksi yang sangat penting dalam unsur berita. Kenaikan pangkat sering terjadi oleh sebab itu nama perlu dicek ulang. Cek ulang seluruh fakta yang diterima. Bersikaplah skeptis.

Nara sumber akan senang apabila nama dan jabatannya tepat diberitakan. Itulah pentingnya cek ulang dalam penulisan laporan.

Biasakan mencatat ketika wawancara

Salah satu kebiasaan yang baik adalah mencatat saat wawancara. Dengan block note kecil kita akan banyak menghemat waktu ketika menuliskan laporan.

Catat beberapa hal penting dalam wawancara sehingga kita bisa mengetahui untuk dijadikan topik atau lead.

Kalau perlu meski wawancara direkam, catat juga kira-kira pada menit keberapa ide utama yang akan diangkat. Dalam transkrip nanti informasinya akan lebih mudah dan kita gampang mencarinya dalam tape atau alat perekam.