Bawakan Materi Pendidikan Jurnalistik, Asep Setiawan Sampaikan Usulan Dewan Pers Ke DPR Soal RKUHP

Tags

, ,

 

 

asep-setiawan-foto

 

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Pers sudah pernah mengusulkan kepada

DPR agar menghilangkan pasal-pasal yang dapat mengganggu

kebebasan pers dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Hukum

Pidana (RKUHP).

Di depan peserta Pendidikan Jurnalistik Tingkat Lanjutan Nasional

(PJTLN) yang dihelat Penerbitan Kampus “Identitas” Unhas, di Balai

Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) Sulsel, Jl.Adyaksa

Makassar, Sabtu (26/10/2019) kemarin, anggota Komisi Pemberdayaan Organisasi

Dewan Pers, Asep Setiawan menegaskan, kegiatan pers bagi anggota

masyarakat, termasuk di dalamnya mahasiswa, dilindungi konstitusi

sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Oleh sebab itu, di dalam UU No.40/tahun 1999 disebutkan “terhadap pers nasional

tidak ada pembredelan”.

“Kegiatan pers cetak dan elektronik terikat pada perundang-

undangan secara umum,” ujar mantan wartawan BBC London yang

menyelesaikan pendidikan magisternya di Inggris tersebut.

Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung

2019 tersebut menegaskan, etika pengelolaan pers umum diatur dalam

UU No.40/Tahun 1999, sementara pengelolaan pers kampus sesuai

dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pimpinan kampus, dalam hal ini

rektor.

 

Sumber: https://republiknews.co.id/bawakan-materi-pendidikan-jurnalistik-asep-setiawan-sampaikan-usulan-dewan-pers-ke-dpr-soal-rkuhp/

Fisip UMJ Tambah Doktor Baru

Tags

, ,

MONITOR, Jakarta – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta hari ini, Jumat (12/7), kembali melahirkan Doktor baru, yaitu Doktor Asep Setiawan, MA. Tercatat, Doktor Asep Setiawan telah menyelesaikan S1 di Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran, seangkatan dengan Dr. Rizal Sukma yang kini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris.

Asep Setiawan menempuh Program Masternya di Birmingham University Inggris. Studi S2-nya ini ditempuhnya bersamaan saat bertugas di BBC London. Sementara S3 ditempuhnya di Program Doktor Universitas Padjadjaran.

Ia mengambil Disertasi dengan judul “Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap Isu Nuklir Iran di Dewan Keamanan PBB 2007-2008.”

Sebagai orang yang aktif terjun di dunia internasional, Asep terlihat sangat menguasai dan mampu mempertanggungjawabkan disertasi yang ditulisnya dihadapan dewan penguji.

Dekan FISIP Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy pun menuturkan, dengan selesainya Program Doktor yang ditempuh Asep Setiawan, maka FISIP UMJ saat ini telah mempunyai dosen bergelar Doktor sebanyak 29 Doktor, dengan rincian Prodi Kesejahteraan Sosial sebanyak 5 Doktor, Prodi Administrasi Publik 3 Doktor, Prodi Ilmu Politik 6 Doktor, dan Prodi Ilmu Komunikasi 3 Doktor, Magister Ilmu Administrasi 6 Doktor, dan Magister Ilmu Komunikasi 6 Doktor.

“Saat ini yang tengah menempuh program doktoral sebanyak 7 dosen. Diharapkan dalam waktu paling lama semua dosen FISIP sudah bergelar Doktor semua,” ujar Ma’mun di Jakarta, Jumat (12/7).

Untuk diketahui, selain menjadi Dosen di FISIP UMJ, saat ini Asep Setiawan bekerja di Metrotv dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Pusat Penelitian Media Metrotv. Mulai tahun 2019, ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pers yang berkantor di Kebon Sirih Jakarta.

 

Sumber: https://monitor.co.id/2019/07/12/fisip-umj-tambah-doktor-baru/

PERAN MEDIA MASSA DALAM POLITIK LUAR NEGERI: KASUS DI INDONESIA

Tags

, , ,

PERAN MEDIA MASSA DALAM POLITIK LUAR NEGERI: KASUS DI INDONESIA

Asep Setiawan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
asep.setiawan@umj.ac.id
Abstract
As a country embraces democratic values in its political system, mass media has an increasing role in influencing government policy making including foreign policy making. Study on mass media relations with foreign policy making has developed to level conceptual even theoretical framework in mass communication study. This article shows that theoretical and analytical approaches toward media and foreign policy decision making have at least seven analytical frameworks. Those tools of analysis are CNN Effect, the Indexing Hypothesis, Media – Policy Interaction Model, Positioning Theory Agenda – Setting Theory, Propaganda Model dan Manufacturing Consent. In Indonesia, study on relations between media and foreign policy has not been developed. But there is prominent case in foreign policy change of Indonesia regarding Iranian nuclear issue in United Nations Security Council.
Keywords: Mass Media, Foreign Policy, CNN Effect, Manufacturing Consent,
Indonesia, Iran Nuclear, United Nations Security Council

Download Here