Semarang tempoe doeloe

Saya lagi tertarik untuk melihat sejarah Indonesia dan tersangkut dalam situs foto-foto tempoe doeloe di Semarang.Wallpaper Semarang merupakan situs yang menarik khususnya bagi orang Semarang. Jaman lampau memang merupakan sesuatu yang menarik untuk mengenali diri kita. Siapa tahu dengan melihat foto-foto dan dokumen itu kita semakin mencintai masa lalu, semakin menghargai perjalanan bangsa.Dimanapun kita berada di Inggris, Jerman atau Amerika, tempat asal usul nenek moyang tetap merupakan jati diri kita. Baik warga keturunan atau bukan, bangsa Indonesia tersambung oleh sebuah rantai kemanusiaan yang tiada putusnya sepertinya persahabatan antar bangsa di dunia.

Enaknya bekerja di Google

Saya tidak tahu apakah ada diantara pembaca blog ini bekerja untuk Google. Kalau melihat video dibawah dari acara Oprah Winfrey mungkin idaman kaum muda yang suka teknologi.Siapa tahu setelah melihat video ini Anda lantas melamar ke Google. Baik ditempatkan di Amerika maupun di tempat lain, tampaknya Google idaman kaum profesional IT.Saya kebetulan lewat di blog John Cow jadi bisa melihat videonya.

Biografi Baru Mantan Presiden Soeharto

Apa yang ada dalam benak Anda dengan Soeharto ? Tentu tidak sama bukan? Sebagian mengatakan Pak Harto pahlawan pembangunan. Sebagian lain melihat Pak Harto orang yang keras, tidak mau berkompromi dengan oposisi? Sebagian lagi melihat Soeharto memang seperti itu dalam jamannya.Sebagian biografi Pak Harto ditulis orang asing. Bahkan ada pula biografi tentang Soeharto tidak pernah bertemu dengan dia.Buku berjudul Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President , mungkin termasuk langka. Setelah lengser tidak banyak yang diketahui dengan kondisinya. Sedikit akses kalangan media dan penulis untuk bertemu dia.Meski tidak setiap bulan bertemu, Retnowati Abdulgani, putri almarhum Roeslan Abdulgani menyajikan pandangan yang disebut pengamat politik Azyumardi Azra sebagai pendekatan “empati”. Retnowati menulis tentang Pak Harto sebagai manusia, orang besar dengan kesalahan besar juga.Retnowati bercerita dalam buku ini mengenai pandangan Pak Harto mengenai kroninya yang meninggalkan dirinya ketika setelah lengser. Dia juga menuturkan pandangan mengenia yayasan yang kontroversi hingga sekarang. Bagaimana juga pandangan Soeharto kepada Habibie yang konon sampai kini belum pernah mau diterimanya di Cendana. Padahal, sebelum itu Soeharto sangat menyayangi Habibie. Salah satu alasannya, Habibie menerima para menteri mundur rapat di rumahnya menjelang 21 Mei kemundurannya dan Habibie membiarkan Suharto digiring ke kejaksaan agung untuk diperiksa soal kasus korupsi.Banyak kesan yang bisa dibaca dalam buku selengkapnya. Sesudah itu mungkin Anda juga punya pandangan tersendiri mengenai sosok Soeharto terutama sesudah lengser.Selengkapnya dapat Anda dengar dalam Kabar Buku BBC.