Book Review: Daya Saing Indonesia

Sebuah buku dengan misi menggugat dan mempertanyakan, mengapa Indonesia yang gemah ripah lohjinawi sekarang sedemikian terpuruk, kurang listrik, susah pangan dan miskin dalam banyak hal.Itulah yang coba digugat oleh Prof Dr Ir Zuhal, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta dan juga mantan Menristek. Gugatan itu memang sah-sah saja karena bukti-buktinya sudah dapat dirasakan.Pak Zuhal menjelaskan mengapa daya saing Indonesia merosot dalam buku Kekuatan Daya Saing Indonesia. Setidaknya ada tiga faktor mikro yang menyebabkan keterpurukan itu.  Ketiga faktor itu tidak ada kerja sama dan korelasi yakni pemerintah, dunia bisnis dan dunia pendidikan.Kalau ketiganya bersinergi dengan positif, kata Zuhal, akan menghasilkan kekuatan luar biasa. Dia memberi contoh Thailand dimana terjadi kerja sama antar tiga hal itu sehingga produksi pertaniannya menjadi sebuah kekuatan besar di dunia meskipun keanekaragamannya tidak sehebat Indonesia.Sementara itu wartawan senior Kompas, Dr Ninok Leksono mengakui bahwa beberapa elemen yang diajukan Dr Zuhal ada benarnya. Namun dia menambahkan, jika ada edisi selanjutnya sebaiknya contoh-contohnya diambil dari yang sekarang bukan pada era Orde Baru supaya lebih sinkron.Kemudian Ninok menjelaskan, yang penting lagi dalam menuangkan gagasan ini adalah supaya didengar para pengambil kebijakan. Oleh sebab itu perlu dimasukkan unsur komunikasi dengan para pengambil kebijakan sehingga ide-ide segar untuk meningkatkan daya saing itu bisa diaplikasikan.Dengarkan selengkapnya:Podcast

Clarks Factory Shop di London

Bagi yang jalan-jalan di London, mendapatkan sepatu merek Clark tentu bisa menjadi agenda sebelum pulang. Tentu saja tidak hanya yang datang dari Indonesia tetapi juga students yang ingin menengok ibu kota Inggris ini.

Ada beberapa tempat yang bisa dilihat untuk mencari sepatu yang sifatnya sale sepanjang tahun. Salah satu yang boleh ditengok adalah Outlet yang terletak di Woolwich. Tempatnya di sekitar pertokoan di area Woolwich di London timur ini.Jika Anda dari central London, bisa naik ke Jubilee Line kemudian turun di North Greenwich station kemudian naik bis no 172 dan turun di Woolwich city centre.

Nah tinggal jalan kaki saja sudah kelihatan tokonya yang cukup besar. Alamat lengkapnya adalah: 113-117 Powis Street, Thamesmead West London, SE18 6JB. Bisa dilihat petanya di sini.Ada pula Clarks Outlet di dekat stasiun Elephant Castle. Yang satu ini memang berada di central London. Anda tinggal lihat langsung di alamat 323/324 Elephant & Castle Shopping Centre, London SE1 6TB. Anda bisa lihat petanya disini.

Persiapan wawancara

Wawancara adalah satu hal penting bagi seorang jurnalis. Wawancara merupakan kegiatan utama jurnalistik. Tanpa wawancara tidak menarik isi berita. Wawancara baik yang sifatnya panjang, singkat atau dadakan merupakan pilar dari hampir semua laporan. Bahkan ketika menulis feature pun wawancara menjadi alat sangat penting.

Beberapa persiapan perlu dilakukan sebelum wawancara:

1. Baca dan lakukan riset sebelum wawancara. Baru-baru ini saya akan melakukan wawancara mengenai buku Menteri Kesehatan Siti Fadilah berjudul Saatnya Dunia Berubah. Buku ini menjadi kontroversi karena edisi bahasa Inggris memuat kalimat mengenai Amerika Serikat yang dianggap mungkin membuat senjata biologi dari virus flu burung yang disimpan WHO. Saya membaca berbagai ulasan, wawancara, artikel tentang buku itu sebelum wawancara. Maka pertanyaannya menjadi menajam, misalnya apa alasan penulisan buku dan mengapa heboh, serta benarkah ada tuduhan itu.

2. Susuan pertanyaan dari yang paling dasar sampai paling pokok. Artinya jika wawancara itu hanya akan digunakan sebagai bagian dari laporan, maka susun kalimat yang akan dijadikan bagian utama dari laporan.

3. Mempersiapkan pengembangan gagasan bila pertanyaan yang sudah disiapkan ternyata tidak tepat sesuai harapan. Artinya plan B tetap disiapkan agar wawancara tidak mati kutu atau berhenti gara-gara tidak sesuai dengan keinginan kita. Barangkali dalam acara spontan yang mengalir dari wawancara – khususnya untuk radio dan televisi – mungkin lebih atraktif daripada yang sudah disiapkan. Namun pegangan tetap harus ada sehingga tepat sasaran.

4. Siapkan peralatan dengan baik. Alat rekam, baterai, block note, alat tulis, apapun yang mendukung wawancara jangan ketinggalan. Alat rekam yang ketinggalan akan membuat wawancara sulit diuraikan nantinya karena akan mengandalkan catatan saja.

5. Jalin kontak dengan ajudan atau staf yang dekat dengan nara sumber, misalnya menteri apabila diperlukan. Atau jalin kontak dengan nara sumber langsung melalui alat komunikasi sehingga janji wawancara tidak terlupakan.

6. Jika wawancara dilakukan secara mendadak, persiapan tidak begitu banyak, buat keputusan satu dua ide langsung untuk dijadikan laporan utama. Pengalaman melakukan wawancara akan benyak membuat Anda terbiasa dengan ide-ide spontan.