Wisata Kampung Akhirat, sebuah training

Tags

, ,

The seven verses (ayat) of Al-Fatiha, the firs...
Image via Wikipedia

Pelatihan Wisata Kampung Akhirat. Itu judul sebuah training yang disajikan Manajemen Darul Akhirat yang sudah berlangsung beberapa bulan ini. Sebuah training yang mengajak peserta sukses akhirat dengan mengandalkan amaliah dunia. Training ini mencoba merumuskan orientasi akhirat yang berlandaskan kehidupan di dunia.Dengan moto Melihat Masa depan Akhirat dengan lebih jelas, training ini mengisi kekosongan dalam pencerahan rukun Iman yang kelima. Seperti halnya berbagai training seperti ESQ dan Pelatihan Shalat Khusyu’, Manajemen Darul Akhirat menawarkan sebuah simulasi dan pelatihan multimedia untuk mempersiapkan kematian yang indah, begitu istilahnya.Selama ini memang banyak orang mempersiapkan kehidupan dunia dengan cermat mulai dari sekolah anak, perencanaan keluarga dan karir bahkan untuk bisnis. Namun kematian yang sudah sangat dekat dan rahasia tidak pernah dikupas tuntas. Kematian yang sudah PASTI akan dialami semua manusia ini jarang diulas karena terasa menyeramkan dan menakutkan serta membuat pesimis.Pelatihan Wisata Kampung Akhirat dikemas dengan bahasa populer yang dianalogkan para pesertanya naik sebuah pesawat Jenazah Airlines untuk mengikuti babak-babak berikutnya dalam kehidupan. Antara lain babak kematian, memasuki alam barjah, alam mahsyar, alam penghisaban, alam surga atau alam neraka.Pengemasan secara populer dan dengan penyajian video yang didukung dengan ayat-ayat Al Quran dan Hadits terasa memberikan sebuah pencerahan dalam melihat lebih luas dan komprehensif persiapan memasuki alam yang abadi.Mengapa memang perlu pelatihan ? Biasanya orang memang taken for granted, disikapi tanpa dipikirkan lagi, sehingga tidak mengenal tahapan berikutnya yang dikatakan lebih baik dari dunia dan lebih kekal.Seperti dikatakan trainernya Ustadz Nanang memang peserta didorong bersikap ikhlas dan positif sehingga training bisa diserap tanpa praduga yang bukan-bukan. Kuncinya memang rendah hati untuk menerima ilmu yang disampaikan melalui trainer – yang sebenarnya adalah Allah SWT yang memberikan ilmu dan kesadaran itu.Dengan judul yang terasa mengguncang, peserta memang diajak menyentuh sebuah topik yang sangat menyeramkan namun dengan pendekatan yang halus dan populer bisa dicerna dengan mudah dan menghasilkan efek pencerahan. Wallahu’alam Bishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Traveling for Knowledge

A man came to him and said: Abu Darda, I have come to you from the town of the Apostle of Allah for a tradition that I have heard you relate from the Apostle of Allah . I have come for no other purpose.He said: I heard the Apostle of Allah say: If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise. The angels will lower their wings in their great pleasure with one who seeks knowledge, the inhabitants of the heavens and the Earth and the fish in the deep waters will ask forgiveness for the learned man. The superiority of the learned man over the devout is like that of the moon, on the night when it is full, over the rest of the stars. The learned are the heirs of the Prophets, and the Prophets leave neither dinar nor dirham, leaving only knowledge, and he who takes it takes an abundant portion.Translation of Sunan Abu-Dawood

Saya sengaja membuat kutipan dari bahasa Inggris sehingga bisa lebih membuat makna. Kutipan ini diambil dari situs Crescent Rating Halal Friendly Travel.

This diagram shows the approximate relative si...
Image via Wikipedia

Mungkin akan lebih bermakna bagi mereka yang sering melakukan perjalanan dan pengembaraan. Ubahlah perjalanan itu menjadi sebuah traveling for konwledge. Perjalanan untuk mendapatkan Ilmu yang akan menyelamatkan kita di dunia dan hereafter.

Reblog this post [with Zemanta]

Akhirnya berani menyebut nama

Setelah ditunggu hampir dua bulan beberapa fraksi berani menyebut nama siapa yang bersalah. Nama Sri Mulyani dan Wapres Boediono disebut dalam banyak bagian laporan fraksi itu. Ini bisa jadi menandakan bahwa langkah politik partai sudah jelas ingin menunjuk nama siapa yang bersalah.Namun dicatat pula beberapa insitusi yang diduga ikut bersalah dalam pengucuran dana talangan ke Bank Century sampai Rp 6,7 triliun.Angka ini terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan turun tangan. Jadi sebenarnya lembaga pemerintah sendiri yang mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan. Parpol hanya mengunakan momentum ini untuk kepentingan mereka sendiri.Jadi kesimpulkan fraksi harus dilihat dalam konteks manuver politik bukan konteks hukum. Sebagai sebuah lembaga politik dan sarat dengan kepentingan parpol maka hasil Pansus juga nuansa politiknya sangat kental dengan tujuan menggoyahkan penguasa atau mungkin memecah belah koalisi. Ini jelas dari parpol yang tidak ikut koalisi, memanfaatkan parpol lain untuk mendorong sebuah penyelidikan dan tindakan.Selanjutnya mampukah penegak hukum melanjutkan kerja Pansus Century? Kita Tunggu.Skenario yang akan muncul dari hasil Pansus ini antara lain.1. Hasil Pansus akan dimentahkan di Sidang Paripurna jika rekomendasi DPR memerlukan suara bulat dari anggotanya. Ada kemungkinan tidak akan mencukupi untuk meloloskan rekomendasi. Hasil politiknya tertahan tetapi jelas akan memperburuk citra politik penguasa.2. Rekomendasi diterima tetapi terbatas pada orang-orang dari Bank Indonesia, LPS atau Bank Century. Kemungkinan ini sangat besar karena ada nama-nama bahkan pengusaha yang diduga memanfaatkan situasi untuk menarik dananya.3. Koalisi akan retak dan tidak kompak jika tidak ada negosiasi politik di belakang layar. Tindakan tokoh parpol koalisi akan lebih penting untuk menjamin bahwa tindakan apapun terhadap yang bersalah tidak sampai menggoyahkan masa depan koalisi yang ada. Perombakan kabinet akan berlaku jika koalisi ini retak. Namun risiko pemenang pemilu juga berat sebab akan banyak rongrongan di DPR dalam menjalankan programnya.4. Koalisi tetap jalan namun terbatas. Rotasi kabinet mungkin ada tetapi bagi pendukung pemerintahan. Kemungkinan menghindari konfrontasi di depan umum atau DPR. Misalnya pengusutan pengemplang pajak dan korupsi partai besar akan berjalan dengan risiko adanya pembalasan. Situasi akan labil.5. Pemerintah akan mengambil keputusan tegas menindak mereka yang bersalah namun melindungi tokoh tertentu atas nama kebijakan. Krisis bisa dihindari saat tahun 2008 namun adanya kelemahan dalam pengambilan keputusan.