Saat saya membaca Unlimited Power by Anthony Robbins tidak terbayangkan bahwa gaji tahunan akan lebih dari Rp 100 juta. Setelah melewati batas lebih dari angka itu, segala kemungkinan terbuka. Buku ini mengajak kita membuat imajinasi sehingga seperti moto Adidas : nothing is impossible.Pikiran kita akan menentukan seberapa besar ruang kehidupan kita. Semakin tinggi terbang, semakin besar kemungkinan berhasil. Semakin kreatif berimajinasi semakin banyak kemungkinan keberhasilan.Saya masih ingin membuat beberapa ulasan buku ini tetapi tidak terbawa ke London sehingga ditinggal di Jakarta. Saya justru membeli buku ini di Singapura dalam perjalanan jurnalistik saat masih di Kompas.Anehnya, saya justru membeli buku ini di Singapura padahal sebelumnya saya tinggal belajar satu tahun di Birmingham dan tidak sempat menemukan buku berharga ini ! Jika Anda di Indonesia, sempatkan baca terjemahannya. Tony, panggilan akrabnya, bukanlah seorang akademisi jenius, bukan pula dapat warisan besar. Dia telah membuktikan dirinya sebagai manusia sejati yang berhasil, sejauh ini.Jika Anda tinggal di luar negeri, beruntunglah punya akses ke buku terjemahan atau buku aslinya. (to be continued)Source Picture
Power of imagination
26 Saturday May 2007
Posted in Archive, Books, Motivation
Apa yang ada dalam benak Anda dengan Soeharto ? Tentu tidak sama bukan? Sebagian mengatakan Pak Harto pahlawan pembangunan. Sebagian lain melihat Pak Harto orang yang keras, tidak mau berkompromi dengan oposisi? Sebagian lagi melihat Soeharto memang seperti itu dalam jamannya.Sebagian biografi Pak Harto ditulis orang asing. Bahkan ada pula biografi tentang Soeharto tidak pernah bertemu dengan dia.Buku berjudul 
Tampak Farid Hussain (ketiga dari kanan) bersama Hamid Awaludin dan Sofyan Djalil.Nah ternyata sesudah buku itu terbit, saya berkesempatan berbincang dengan penulisnya untuk rubrik Kabar Buku BBC. Dia adalah Farid Hussain, mantan Wakil Menko Kesra dan sekarang sebagai pejabat tinggi di Departemen Kesehatan.Yang menarik dari wawancara dengan Farid Hussain adalah pendekatan penyelesaian masalah konflik itu diawali dengan cara dokter mendeteksi penyakit. Dia melakukan diagnosa dulu lalu dicarikan penyakitnya. Dia melangkah dengan latar belakang sebagai dokter untuk menyelesaikan persoalan rumit yang tidak bisa ditangani diplomat konvensional bahkan para petinggi di Indonesia.Dia mulai melangkah ke kawasan Benhil di Jakarta sampai melanglangbuana mulai dari Singapura, Malaysia, Swedia sampai ke Finlandia dimana kesepakatan damai dicapai. Dia juga datang ke hutan di Aceh bertemu dengan Panglima GAM Sofyan Daud. Semuanya dilakukan di belakang layar dengan hotline kepada Yusuf Kalla yang kemudian menjadi Wakil Presiden.Berikut ini dapat Anda nikmati dalam