Merantau sering dikiyaskan sebagai perjalanan dari satu tempat ke tempat lain secara fisik. Ternyata merantau tidak hanya sekedar perjalanan badani. Merantau bisa juga merupakan perjalanan pemikiran, dari abad satu ke abad lain. Merantau bisa diartikan penjelajahan antar bangsa mengenal berbagai pemikiran di dunia.Lebih dari itu merantau sebenarnya perjalanan spiritual, mengenali makna hidup. Secara badaniah bisa saja perjalanan ruhani ini tidak beranjak dari rumah. Namun esensi perantauan itulah yang menjadikan jiwa ini berwawasan luas dan kaya.
Itulah makna kumpulan cerpen karya Gus TF Sakai, Perantau. Cerpen, kata Gus TF Sakai mampu memberi ruang kepada pembacanya untuk bebas berimajinasi. Cerpen meski pendek memberikan peluang bagi penggemarnya meluaskan cakrawala pemikirannya.Gambar dan sedikit Gus TF Sakai lihat di Mantagisme
Merantau, sebuah perjalanan spiritual
17 Monday Sep 2007
Bagi penggemar buku Harry Potter, buku ketujuh yang merupakan pamungas dari petualangan anak sampai remajanya sangat ditunggu. Para pembacanya yakin ingin mengetahui akhir dari rangkaian cerita memikat baik anak-anak maupun dewasa.Dalam Kabar Buku BBC, dua pembaca di Inggris – Ima Abdulrahim dan Rani Susilo- mencoba memberikan kesannya seusai membaca buku setebal 600 halaman itu.Terlepas dari cerita yang menarik, sejumlah pembaca merasa kehilangan masa-masa menunggu Potter karena tidak akan ada lagi kisah ajaib di dunia tukang sihir ini.Di rumah, anak saya termuda, Zakaria langsung membeli buku terbaru ini begitu terbit, tapi tidak ikut antri di toko buku. Di supermarket dengan mudah bisa diperoleh buku ini. Ini melengkapi koleksi dari jilid pertama.Untuk para penggemar Harry Potter, berikut ini situs 