Sebuah buku dengan misi menggugat dan mempertanyakan, mengapa Indonesia yang gemah ripah lohjinawi sekarang sedemikian terpuruk, kurang listrik, susah pangan dan miskin dalam banyak hal.Itulah yang coba digugat oleh Prof Dr Ir Zuhal, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta dan juga mantan Menristek. Gugatan itu memang sah-sah saja karena bukti-buktinya sudah dapat dirasakan.Pak Zuhal menjelaskan mengapa daya saing Indonesia merosot dalam buku Kekuatan Daya Saing Indonesia. Setidaknya ada tiga faktor mikro yang menyebabkan keterpurukan itu. Ketiga faktor itu tidak ada kerja sama dan korelasi yakni pemerintah, dunia bisnis dan dunia pendidikan.Kalau ketiganya bersinergi dengan positif, kata Zuhal, akan menghasilkan kekuatan luar biasa. Dia memberi contoh Thailand dimana terjadi kerja sama antar tiga hal itu sehingga produksi pertaniannya menjadi sebuah kekuatan besar di dunia meskipun keanekaragamannya tidak sehebat Indonesia.Sementara itu wartawan senior Kompas, Dr Ninok Leksono mengakui bahwa beberapa elemen yang diajukan Dr Zuhal ada benarnya. Namun dia menambahkan, jika ada edisi selanjutnya sebaiknya contoh-contohnya diambil dari yang sekarang bukan pada era Orde Baru supaya lebih sinkron.Kemudian Ninok menjelaskan, yang penting lagi dalam menuangkan gagasan ini adalah supaya didengar para pengambil kebijakan. Oleh sebab itu perlu dimasukkan unsur komunikasi dengan para pengambil kebijakan sehingga ide-ide segar untuk meningkatkan daya saing itu bisa diaplikasikan.Dengarkan selengkapnya:
Book Review: Daya Saing Indonesia
16 Sunday Mar 2008
Posted in Archive, Blog, Books, Inspiration, Motivation
Hidup Tanpa Ijazah adalah judul otobiografi Ajip Rosidi, penulis produktif, budayawan dan tokoh Sunda yang mengelana sampai sekitar 20 tahun mengajar di Jepang. Tentu pertama yang ingin tahu adalah mengapa judulnya menyebut tanpa ijazah? Apakah itu berarti Ajip memang tidak selesai pendidikan yang berijazah?Jawabannya : Iya. Ini untuk menunjukkan, katanya, orang tanpa ijazah pun bisa berprestasi. Sungguh jawaban yang lugas dan bermakna. Jawaban ini juga memberikan peluang bagi siapapun yang hidup tidak sempat mencicipi pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri, untuk tidak mundur dari berprestasi.Mereka yang lulus perguruan tinggi malah belum tentu berprestasi. Jawaban Ajip Rosidi selengkapnya tentu bisa dibaca dalam buku setebal 1300 halaman. Produktifitasnya dalam menulis tentu telah dibuktikan dengan adanya buku otobiografinya yang tebal ini. Bahasanya lugas apa adanya. (foto 