• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Mengenal situs pendiri TDA

07 Wednesday Oct 2009

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

TDA adalah singkatan dari Tangan Di Atas, sebuah komunitas yang menekankan entrepreneur tetapi melalui sebuah proses memperkaya dengan memberi.Pendirinya baca saya di situsnya :Saya adalah pemilik Manet Busana Muslim (www.manetvision.com) sebuah perusahaan direct marketing di bidang fashion. Pernah meraih penghargaan SWA Enterprise 50 tahun 2006 dan Indonesian Small Medium Business Award (ISMBEA) 2008.Januari 2006, saya mendirikan Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) www.tangandiatas.com dengan 10.000 member (per September 2009).Menarik untuk disimak dalam sebuah perkembangan bisnis sekarang.Sumber: http://roniyuzirman.com/

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Power of Syukur

07 Wednesday Oct 2009

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Sudah lama saya menuliskan kekuatan syukur ini tetapi baru konsep yang masih berserakan. Intinya bahwa rasa syukur merupakan sebuah ekspresi yang humanis dari seluruh manusia di berbagai belahan bumi dari berbagai zaman. Rasa syukur bahkan diperingati sebagai sebuah Thanksgiving Day di Amerika Serikat sampai sekarang. Demikian juga rasa syukur bisa dirasakan di berbagai bangsa laing.

A copy of the Qur'an opened for reading.
Image via Wikipedia

Bahkan di suku primitif  juga muncul budaya syukur kepada Yang Tidak Terlihat untuk menyatakan penghormatan dan penghargaan serta apresiasi.Diantara belantara Goggle yang sudah dapat dilihat istilah Power of Syukur ini muncul antara lain di blog Fikrul Mustanir tertanggal 3 September 2009. Ini bukan berarti ini yang pertama, tapi maknanya yang pertama dapat dibuka melalui Google. Mungkin situs atau buku lain sudah lama juga memuatnya.Bahkan ternyata sejak 6 Juni 2007 dalam blog ini sudah muncul istilah ini, Coba saja cek di Power of Syukur.Sama seperti pemikiran saya, salah satu ayat Al Quran memberikan gambaran betapa keberhasilan kehidupan ini bisa terpancar dari rasa syukur.“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim :7)Saya kutipkan beberapa poin dari tulisan tersebut di blog Fikrul:• Syukuri apa yang telah anda miliki, jangan malu dan kembangkan terus apa yang sudah anda miliki.• Syukuri hasil sekecil apa pun dan selalu melakukan perbaikan-perbaikan, Insya Allah akan timbul inovasi-inovasi baru.• Sembuhkan dari kebiasaan berdalih, tetapkan dan bergerak ke arah tujuan anda, fokus ke arah sasaran.• Memandang musibah, kegagalan, dan bencana sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Allah.• Selalu berprasangka baik terhadap Allah Swt.• Selalu melihat dari sudut pandang dan sisi yang baik, sebab segala sesuatu itu ada hikmahnya.• Bersedia untuk belajar dari peringkat bawah, pelajari faktor yang berpengaruh terhadap usaha dan doa anda. Yakin bahwa usaha dan doa pasti terkabul dan sabar terhadap terkabulnya doa.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Catatan dari gempa Padang

07 Wednesday Oct 2009

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Name of Allah written in the style of Arabic c...
Image via Wikipedia

Gempa yang menjadi fenomena alam ini menyadarkan kembali betapa kuatnya guncangan yang disebabkan. Ratusan ton beton ambruk menimbun manusia yang dinaunginya. Bahkan anak-anak pelajar yang sedang tekun menjadi korban keganasan gempa. Gempa seperti tidak mengenal tua, muda, kaya miskin atau orang shaleh. Semuanya dilindas apabila tidak bisa terhindar, apabila lonceng kematian sudah menjemputnya.Harapan saya semoga korban meninggal gempa ini mendapatkan ampunan Allah SWT dan mereka yang terluka juga cepat disembuhkan, keluarga yang ditinggalkannya tabah.Saya kira gempa ini bukan bentuk siksaan kepada Padang-Pariaman dan sekitarnya. Gempa bahkan seperti sebuah ayat-ayat yang mengingatkan yang hidup bahwa perjalanan kehidupan ini akan berubah seketika, bahwa betapa nisbinya kehidupan ini.Kepastian bahwa gempa akan mengguncang Padang dan sekitarnya sudah teramalkan jauh-jauh hari. Namun kepastian kapan gempa itu mengguncang belum bisa terjangkau sains manusia. Gempa masih sebuah misteri Ilahi. Ini sekaligus menunjukkan betapa perkasanya Yang Maha Kuasa terhadap hambanya.Bagi para korban dan kerabatnya ini sebuah musibah, ujian untuk meningkatkan kualitas imannya kepada Yang Berkuasa atas nyawa mereka. Ditinggalkan seseorang yang sangat dekat secara kekeluargaan merupakan pukulan berat. Apalagi jika ditinggalkan seluruh anggota keluarga, ini ujian berat yang harus dihadapi.Bagi yang melihatnya dan merasakannya dari jauh – seperti saya – teriring doa kepada semua korban dan keluarganya serta kerabat jauhnya. Sebuah pertanda agung yang mengingatkan kita akan betapa relatifnya hari ini dan esok, betapa temporernya hidup ini dan betapa keyakinanakan kembalinya kita kepada Sang Maha Pencipta.Gempa mengingatkan semua mahluk hidup di seantero dunia akan Kemahabesaran Tuhan. Mengapa demikian? Dengan jaringan komunikasi yang sudah melilit dunia ini, maka detik-detik peristiwa dapat disaksikan dari zona waktu yang berbeda, dari benua yang jauh dari Padang. Semuanya itu bisa dilihat secara online dan hidup di televisi.Gempa mengingatkan kepada mata-mata manusia yang sadar bahwa betapa relatifnya bumi ini, betapa nisbinya sebuah kehidupan dan betapa tetapnya kematian. Tidak heran jika kita seharusnya semakin arif menyikapi arti hidup ini. Mereka yang mempersiapkan kehidupan sesudah kematian termasuk orang-orang yang cerdas, jenis, kata Nabi Muhammad SAW.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d