• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Bagaimana menulis untuk blog

26 Monday Nov 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Di alam internet dimana kecepatan menjadi penting, informasi banjir dahsyat, maka para pengujung web juga tidak banyak waktu. Mereka dikejar berbagai kegiatan. Selain itu dengan satu klik pengunjung blog bisa lari cepat maka memasok informasi yang tepat dibutuhkan.Seperti dalam penulisan jurnalis, maka tulisan berbentuk piramida terbalik sangat dibutuhkan.Salah satu situs internet, Street Lessons menjelaskan mengenai bentuk piramida terbalik ini. Sebenarnya di dunia jurnalis ini sudah dilakukan dan merupakan dasar dari teori penulisan jurnalistik dasar. Setiap berita diperlakukan dengan metode piramida terbalik ini.Kecuali dalam penulisan feature, menulis blog dengan bentuk piramida terbalik akan membantu mengajak para pengunjung blog untuk menyerap informasi secepat mungkin.Sajian informasi yang lengkap dan singkat akan memberikan manfaat daripada yang panjang dan bertele-tele. Tentu saja ini berfungsi jika dibuat untuk bentuk tulisan informatif bukan sastra atau cerita.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Quantum Ikhlas

20 Tuesday Nov 2007

Posted by Setiawan in Archive, Books

≈ Leave a comment

Sebuah buku karya Erbe Sentanu dengan judul Quantum Ikhlas seolah-olah mengajak kita berbicara soal-soal yang terkait dengan agama khusus Islam. Sebentar. Ternyata tidak. Erbe Sentanu menyusun buku Quantum Ikhlas dengan berbagai asesorisnya mengajak pembacanya untuk menemukan jati diri dalam kehidupan.Dia mengajak menemukan arti dalam kehidupan dengan ikhlas ini. Apa artinya ikhlas ini ? Erbe Sentanu memberikan beberapa makna ikhlas ini namun tidak bersifat abstrak. Dia lebih tertarik – menurut kata-katanya – mengoperasikan ikhlas dalam tindakan sehari-hari.Biarlah definisi ikhlas itu sendiri merupakan urusan para ulama.Buku dimaksudkan bukan untuk para pemeluk Islam karena kata-kata Ikhlas itu. Namun sebenarnya siapa saja bisa membaca dan mempraktekannya.Guruh Sukarno bahkan memberikan komentar mengenai buku ini sebagai sebuah karya tulis yang diakuinya memberikan perspektif baru.Seorang ibu yang memberikan komentar mengenai buku ini berpendapat adanya beberapa hal baru muncul dari karya Erbe Sentanu alias Nunu ini.Buku yang mengulas pengembangan kepribadian memang sedang subur di Indonesia. Quantum Ikhlas adalah salah satunya. Mengapa gandrung akan buku-buku ini ? Menurut hemat saya barangkali ada hubungannya dengan gairah membaca di Indonesia dan kebutuhan untuk mencari ketenangan dalam hidup ini.Ulasan buku bisa didengarkan disiniKredit foto: erbesentanu.com

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips menulis blog ala jurnalis

19 Monday Nov 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 4 Comments

Banyak jurus dikemukakan oleh para blogger senior mengenai cara penulisan. Ada yang menonjolkan soal topik yang menarik, cara menulis yang ringkas dan padat atau berusaha untuk lebih rileks atau cair dalam menulis.Berbagai tips yang muncul dalam menulis gagasan Anda melalui blog memang tidaklah tunggal. Banyak cara untuk mengekspresikan perasaan dan opini melalui blog sekalipun sederhana.Satu kalimat, satu kata bisa menjadi sebuah kekayaan batin dan wawasan bagi mereka yang membacanya.Membaca blog akan mencerdaskan karena kadang-kadang apa yang ditulis dalam blog itu merupakan pengalaman langsung penulisnya sesuai dengan profesi. Tidak hanya itu penulisan dalam blog juga berasal dari berbagai penjuru dunia dan Indonesia.Sebagai seorang jurnalis, sampai sekarang presenter, news reader dan radio magazine maker, saya hanya akan membatasi bagaimana pengalaman menulis bisa juga bermanfaat untuk para blogger.Rumus standar informasiSudah menjadi pakem di dunia jurnalistik bahwa alinea pertama dalam penyajian informasi sebisanya padat, mencakupn gagasan utama dan memberi ruang untuk rincian.Rumus dasar yang digunakan biasanya: 5W + 1 H.Bisa juga rumus ini ditambah dengan berbagai versi lainnya.W1 adalah who: Siapa yang Anda bicarakan. Siapa subyeknya. Kalau Anda berbicara mengenai diri Anda, jelaskan dan kemukakan dengan lugas. Atau jika Anda membahas blog orang lain, siapa penulisnya dan apa latar belakangnya. Subyek ini penting untuk menegaskan apa yang sedang dibahas.W 2 adalah what : apa yang Anda kemukakan. Topik apa yang sedang Anda bicarakan. Ini perlu agar tidak “ngalor ngidul” menghabiskan waktu para pembacanya yang berharga.W 3 adalah where: dimana kejadiannya? Atau kalau dalam blog dimana alamatnya. Darimana Anda mendapatkan informasi mengenai apa yang sedang dibicarakan itu. Lokasi merupakan sebuah daya tarik sendiri. Jika Anda menulis tentang Big Ben dari London mungkin berbeda jika menulisnya dari Tasikmalaya.W 4 adalah when: adakalanya waktu penting untuk menjelaskan kepada pembaca siapa, dimana dan apa yang terjadi dengan informasi yang Anda lepaskan. Siapa tahu peristiwa yang Anda jelaskan sudah terjadi ratusan tahun lalu. Menambahkan when dalam karya tulis blog Anda akan memberikan nuansa lain.W 5 adalah why : mengapa terjadi, mengapa bisa begitu peristiwanya, mengapa seseorang membuat blog misalnya, mengapa Adsense itu perlu, mengapa spam itu dibenci oleh banyak orang, mengapa wordpress menjaring spam. Mengapa ? Mengapa ? merupakan sebuah elaborasi yang dinanti pembaca. Buatlah penasaran pada awal dan jelaskan mengapa terjadi seperti itu.Banyak pengalaman menunjukkan penjelasan mengenai mengapa sebuah situs hilang dan dicabut akan banyak versinya.How : nah ini yang biasanya memberikan penjelasan mengapa peristiwa itu terjadi. Bagaimana proses terjadinya tabrakan kereta api dan mobil di perempatan, misalnya. Sesudah menjelaskan mengenai subyek, kapan, dimana, mengapa dan apa yang terjadi, penjelasan Anda mengenai bagaimana sesuatu itu bisa muncul bisa menjadi sebuah penjelajahan menarik dalam menuangkan karya tulis dalam bentuk blog.Bagaimana pendapat Anda?

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d