Seperti pernah saya ceritakan bahwa dunia internet, dunia maya atau Cyberspace sudah sampai kepada tahap community network. Semua program yang melibatkan banyak orang akan mendapatkan sukses. Sebuah situs yang mengundang sebanyak-banyak orang dimuka bumi untuk membuat “rumah” di situs itu akan bernilai riil.
Youtube dan Myspace membuktikan itu semua. Siapa tahu Anda bisa sukses pula misalnya dengan situs tidaksukses.com. (kelihatan domain ini belum ada yang ngambil, saya berikan untuk Anda, tapi jangan lupa tipnya kalau dibeli, cuma Rp 60.000 kali ya)
Saya tidak berambisi menjadi blogger sukses karena memang akses bahasa Indonesia tidak begitu banyak. Data terakhir yang saya punya ketika menjadi editor Kompas online athun 1999-2000, users internet Indonesia- termasuk company – hampir dua juta orang. Sebagian besar orang juga login dari warnet. Namun dengan semakin meleknya internet di kalangan kaum muda (maaf, saya sudah tidak muda lagi sekarang), blog merupakan hobi baru.
Nah ketika browsing itulah sampai kepada situs Liew Cheon Fong dari Malaysia. Dia tidak hanya membuktikan bahwa blogger bisa menjadi full time job tetapi juga bisa mandiri seperti diberitakan di Malaysia. Situs Liew Cheon Fong kalau diteliti mendapatkan pengunjung yang tinggi.
Saya kira disana ada peluang tidak hanya soal keuntungan material tetapi juga lebih kepada terjalinnya lagi hubungan lebih kental dengan sesama warga dunia.
Baru saja dilanda tanah longsor dan musibah jatuhnya pesawat di seputar Sulawesi, gempa bumi berguncang Minggu malam. Masyarakat dilaporkan panik. Seorang wartawan di Manado melukiskan bagaimana kepanikan itu terjadi. Warga berhamburan ke jalan begitu getaran berkekuatan 6,5 dalam schala Richter itu menggoyang rumahnya.Di Ternate, masyarakat juga merasakan bagaimana bumi di bawahnya bergoyang padahal guncangan gempa itu berada di laut. Hujan lebat mengguyur tanah Ternate sehingga belum diketahui dengan jelas korbannya. Di pulau ini masyarakat takut akan bahaya susulan: Tsunami. Mereka bergegas ke atas bukit.Saya mendapat informasi ketika tengah hari waktu London dari seorang teman di Jakarta. Saya bisa membayangkan sudah malam hari di Sulawesi.Tidak dapat dibayang betapa pada malam hari saat mau beristirahat pada hari Minggu. Semoga tidak banyak jatuh korban.Saya juga teringat ketika gempa melanda rumah saya di Tasikmalaya. Saat itu sudah tertidur sekitar 20.30 malam. Antara sadar dan tidak sadar kakak dan adik sudah keluarga semua. Mereka berteriak-teriak supaya saya bangun. Entah kenapa kemudian terbangun dan dirasakan bagaimana gorden kaca jendela bergerak-gerak. Syukurlah akhirnya sampai loncat dari lantai dua dengan bergegas. Sesudahnya, tidak bisa tidur lagi sampai kantuk menyerang….