• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: March 2008

Persiapan wawancara

11 Tuesday Mar 2008

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalistik

≈ 4 Comments

Wawancara adalah satu hal penting bagi seorang jurnalis. Wawancara merupakan kegiatan utama jurnalistik. Tanpa wawancara tidak menarik isi berita. Wawancara baik yang sifatnya panjang, singkat atau dadakan merupakan pilar dari hampir semua laporan. Bahkan ketika menulis feature pun wawancara menjadi alat sangat penting.

Beberapa persiapan perlu dilakukan sebelum wawancara:

1. Baca dan lakukan riset sebelum wawancara. Baru-baru ini saya akan melakukan wawancara mengenai buku Menteri Kesehatan Siti Fadilah berjudul Saatnya Dunia Berubah. Buku ini menjadi kontroversi karena edisi bahasa Inggris memuat kalimat mengenai Amerika Serikat yang dianggap mungkin membuat senjata biologi dari virus flu burung yang disimpan WHO. Saya membaca berbagai ulasan, wawancara, artikel tentang buku itu sebelum wawancara. Maka pertanyaannya menjadi menajam, misalnya apa alasan penulisan buku dan mengapa heboh, serta benarkah ada tuduhan itu.

2. Susuan pertanyaan dari yang paling dasar sampai paling pokok. Artinya jika wawancara itu hanya akan digunakan sebagai bagian dari laporan, maka susun kalimat yang akan dijadikan bagian utama dari laporan.

3. Mempersiapkan pengembangan gagasan bila pertanyaan yang sudah disiapkan ternyata tidak tepat sesuai harapan. Artinya plan B tetap disiapkan agar wawancara tidak mati kutu atau berhenti gara-gara tidak sesuai dengan keinginan kita. Barangkali dalam acara spontan yang mengalir dari wawancara – khususnya untuk radio dan televisi – mungkin lebih atraktif daripada yang sudah disiapkan. Namun pegangan tetap harus ada sehingga tepat sasaran.

4. Siapkan peralatan dengan baik. Alat rekam, baterai, block note, alat tulis, apapun yang mendukung wawancara jangan ketinggalan. Alat rekam yang ketinggalan akan membuat wawancara sulit diuraikan nantinya karena akan mengandalkan catatan saja.

5. Jalin kontak dengan ajudan atau staf yang dekat dengan nara sumber, misalnya menteri apabila diperlukan. Atau jalin kontak dengan nara sumber langsung melalui alat komunikasi sehingga janji wawancara tidak terlupakan.

6. Jika wawancara dilakukan secara mendadak, persiapan tidak begitu banyak, buat keputusan satu dua ide langsung untuk dijadikan laporan utama. Pengalaman melakukan wawancara akan benyak membuat Anda terbiasa dengan ide-ide spontan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Putu Wijaya tentang novel terbarunya

06 Thursday Mar 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 6 Comments

Salah satu novel terbaru Putu Wijaya bercerita tentang seorang perempuan unik. “Nora” begitu judulnya. Isinya? Campuran antara keunikan dan khayalan Putu Wijaya. Nora adalah bagian dari Tetralogi dangdut, empat jilid novel.Nora, kata Putu Wijaya, adalah wanita dengan keunikan tertentu. Dia adalah wanita dengan peran menjadikan novel ini mengalir meski terkadang aneh. Profil Nora sulit digambarkan tetapi dia adalah sesuatu perempuan khayalan, sampai meminta kawin lagi kepada suaminya.Kennedy Nurhan, wartawan Kompas, menyebutkan bahwa Putu Wijaya ini mengungkapkan kenakalan-kenakalan pikirannya untuk menuangkan Nora dalam novel tetraloginya ini. Nora adalah awal dari perjalanan seorang perempuan yang dalam novel berikutnya akan diceritakan suaminya, anaknya sampai personifikasi Indonesia.Bagi yang gemar menikmati novel Putu Wijaya, kata Kennedy Nurhan, novel ini lebih condong dapat dimengerti dari novel Putu sebelumnya yang banyak bereksperimen.Namun karena ada tema-tema dewasa maka disebutlah dalam jilidnya, khusus untuk orang dewasa.Silahkan simak apa kata Putu Wijaya

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Album Ayat Ayat Cinta

04 Tuesday Mar 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Bagi penggembar buku Kang Abik, Ayat-Ayat Cinta sudah beredar selain filmnya juga albumnya.AyatAyatCinta AlbumBuku yang menggemparkan Indonesia karena sampai sejauh ini dicetak lebih dari 140 ribu eksemplar – kata penerbitnya – merupakan fenomena dalam penerbitan Indonesia. Di tengah kehausan dan kegandrungan terhadap bahan bacaan sastra bermutu, Ayat-Ayat Cinta bagaikana air di tengah gurun sastra Indonesia.Ayat Ayat Cinta sebuah cerita klasik cinta dan pembangunan jiwa memberikan pencerahan kepada para pembacanya betapa ada arti cinta mendalam dari sekedar sentuhan jasmani. Tidak juga cinta platonik namun sebuah cinta murni yang berdasarkan  Cinta Ilahi.Bagi mereka yang kurang akrab dengan rangkaian kalimat Ilahiyah barangkali sulit memahami karya sastra bermutu ini. Bagaimanapun fakta menunjukkan novel ini meledak dan dibaca banyak orang di Indonesia. Tidak seperti novel lainnya yang menerjemahkan cinta semata-mata dalam tataran dunia, Kang Abik membawa pembaca ke alam cinta transendental, cinta suci bernilai ukhrawi.Benar bahwa cerita cinta bisa memabukkan pembacanya. Namun Kang Abik tetap membawa pembaca agar ingat bahwa cinta kepada kekasih bukanlah puncak dari sebuah nilai cinta. Cinta kepada Rabb Pencipta itulah yang merupakan sebuah payung kasih sayang yang melahirkan semua cinta itu.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d