Ada banyak cara untuk mendapatkan keterangan dari sumber. Informasi yang diperlukan kadang-kadang sulit diperoleh karena nara sumber pelit menyampaikanya.

Seorang wartawan kadang-kadang tidak sabar untuk segera mendapatkan jawaban dari bebagai pertanyaan yang dimilikinya. Misalnya, jika nara sumber terlibat dalam korupsi maka langsung ditanya bagaimana, dimana, kapan dan mengapa.

Ada kalanya kalau keterangan yang dikorek itu sensitif bagi bagi nara sumber. Cobalah cara bertanyanya dimulai dengan mengakrabkan diri dengan nara sumber. Ngobrol yang membuat nara sumber enak dan berbicara.

Kepercayaan perlu dibangun dengan beberapa obrolan ringan ketika bertemu. Dalam beberapa menit kita dapat membangun komunikasi dengan nara sumber. Kalau banyak waktu mungkin pemanasan bisa lebih lama lagi apalagi jika ditawarkan minum atau makanan.

Bawalah nara sumber dalam sikap yang rileks. Sesudah terjalin komunikasi yang baik, dan kepercayaan tumbuh barulah menuju sasaran dan maksud dari pertemuan itu.

Biasanya jika suasana sudah terbangun, obrolan dalam pertanyaan akan mengalir tanpa nara sumber sadari. Setahap demi setahap pertanyaan bisa diajukan.

Mulailah dengan pertanyaan ringan. Kemudian barulah beranjak ke pertanyaan yang semakin mendalam dan diperlukan dalam peliputan.

Nara sumber itu bagaimanapun manusia, maka perlakukanlah sebagai seorang teman dan manusia yang utuh. Untuk mengetahui bagaimana karakter nara sumber dan pendekatan apa yang bisa digunakan, diperlukan praktek yang sering. Niscaya jika sering bertemu nara sumber atau perantara nara sumber yang akan menyambungkan kepada sumber utama, akan ada teknik-tenik sendiri yang bisa dikembangkan.