• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: July 2006

Tips liputan di Palestina

04 Tuesday Jul 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Wilayah Palestina senantiasa bergolak dari masa ke masa. Beruntung saya mendapat kesempatan meliput ke wilayah bergolak ini sampai ke Jalur Gaza, Hebron, Betlehem, Ramallah dan tentu saja Jerusalem tua dan baru.

Kesempatan itu datang ketika pemilihan Presiden Palestina saat itu terpilih Yasser Arafat dan pemilihan umum Israel dimana tokoh Likud Benyamin Netanyahu muncul sebagai pemenang dengan perbedaan ribuan suara itupun karena suara tentara yang bertugas di perbatasan Lebanon.

Saya berkesempatan datang ke wilayah Palestina dengan Mustafa Abd Rahman, wartawan Kompas kawakan dari Cairo. Kami seperti biasa bertemu di Amman, Jordania.

Beberapa tips akan dikembangkan kemudian tapi kira-kira seperti ini:

1. Visa masuk Palestina. Saat tahun 1995 satu-satu entry point adalah lewat darat di Amman. Jadi karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik maka pintu masuk Amman itu digunakan sebagai cara mencari visa. Beruntung pihak Israel berfikir pragmatis karena kami datang sebagai peziarah ke Jerusalem bukan sebagai wartawan makan visa jiarah ini pun dikeluarkan dengan motif bisnis. Jutaan peziarah setiap tahun datang ke Jerusalem baik dari Muslim, Kristen atau Yahudi sendiri. Disinilah tempat suci agama-agama besar berada. Beruntung pula Israel tidak mencap paspor karena akan jadi masalah ketika kembali ke Jakarta. Cukup mereka melampirkan kertas yang ditempelkan ke paspor kita dan setelah keluar dirobek untuk dibuang atau disimpan sebagai kenangan. Banyak biro perjalanan yang mengatur orang asing masuk ke Israel.

2. Sebaiknya kalau ada tugas liputan bersikaplah seperti turis, jadi barang bawaan tidak harus koper besar. Di lapangan akan sulit membawanya. Cukup simpan di Amman saja kalau koper itu merepotkan. Di perbatasan Jordania – Israel dengan naik bus kita akan turun untuk diperiksa di cek point Jordania kemudian tidak lama kemudian diperiksa di perbatasan Israel. Kalau di Jordania suasana santai, lain lagi kalau memasuki Israel. Kita akan diperiksa di mobil satu persatu paspornya kemudian baru diijinkan memasuki pos pemeriksaan Israel. Disini biasanya diperiksa total oleh tentara – sebenarnya wajib militer – Israel bukan tentara reguler. Mereka tampil trendi dengan baju militer dan kaca mata. Di sinilah para pengunjung diperiksa habis-habisan. Ada yang ditolak ada juga yang dipersilahkan langsung naik bus kembali.

(to be continued)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d