• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: June 2006

Liputan dalam satu tim

27 Tuesday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Peliputan di lapangan tidak hanya dilakukan secara individual tetapi juga dalam satu tim. Sebagai anggota satu tim maka cara kerja dalam liputan pun mengikuti apa yang sudah disepakati dalam satu tim itu. Kesepakatan dan perencanaan di atas kertas ini penting agar tidak terjadi tabrakan dan agar ada pembagian tugas yang efisien. Pembagian tugas dengan berdasarkan kerangka yang sudah disepakati ini penting saat terjun ke lapangan.

Beberapa contoh dalam liputan satu tim adalah liputan pemilu, liputan khusus, liputan kasus pengadilan atau liputan konflik di lapangan dan juga liputan olahraga. Event olahraga yang besar seperti olimpiade atau pesta olahraga Asia Tenggara memerlukan perencanaan yang terpadu, tidak hanya pembagian dalam meliput cabang olahraga tetapi juga untuk irama liputan secara menyeluruh sehingga tidak ada event yang terlewatkan.

1. Peliputan pemilu. Saat pemilu berlangsung apakah pemilihan anggota parlemen/DPR atau presiden, sangat penting untuk membentuk tim terlebih dahulu dan membebaskan tugas personal jurnalistik dari tugas-tugas rutin. Biasanya setiap individu membuat rencana liputan sesuai dengan spesialisasi kawasan atau topik kemudian dipadu dalam sebuah proposal utuh. Persiapan dengan memegang proposal secara utuh ini akan memudahkan kerja di lapangan dan memudahkan fokus liputan sehingga lebih berkualitas dan terpadu. Pengalaman meliput pemilihan anggota DPR dengan fokus liputan di Palu, Sulawesi Tengah kemudian dipadukan dengan liputan di Jakarta, Sulawesi utara dan daerah lain memudahkan pekerjaan di lapangan juga. Demikian juga liputan pemilu di luar negeri seperti Malaysia, Palestina dan Israel memudahkan kerja kelompok baik dua atau tiga orang.

2. Liputan konferensi besar seperti APEC atau ASEAN baik di Jakarta atau di luar negeri juga memiliki karakter sama untuk memudahkan kerja satu tim. Kembali fokus liputan, rangkaian peristiwa dan topik apa yang akan diangkat akan lebih memudahkan dalam penyajian dan penulisan berita nanti. Konferensi besar memiliki berbagai acara yang perlu dibagi-bagi tugas dan perlu dikaji ulang fokus liputannya. Saat peliputan pertemuan puncak APEC di Manila menunjukkan bahwa satu tim beranggotakan sekitar empat orang memerlukan koordinasi dalam penyajian topik mulai dari bidang politik, ekonomi sampai dengan feature ringan atau berita analisis.

3. Liputan peristiwa khusus. Handover Hongkong adalah salah satu contoh peristiwa besar di luar negeri yang memerlukan kerja sama satu tim. Tentu pembagian tugas meski liputan di satu kota adalah penting. Penyusunan laporan mulai dari event itu sendiri sampai dengan reaksi masyarakat kecil perlu direkam untuk dimasukkan dalam laporan besar. Biasanya dalam liputan besar seperti peristiwa politik dan ekonomi ini maka alokasi space di surat kabar atau media cetak atau alokasi di media elektronik diperlukan diskusi harian terlebih dahulu sebelum penulisan naskah akhir. Fokus laporan perlu disiapkan lebih baik karena semua media akan menyajikan hal yang sama. Dengan kata lain, peristiwanya sama namun jika memiliki daya pantau yang kuat juga akan memberikan nilai tambah dalam liputan akhirnya.

4. Pengalaman mengikuti konferensi perdamaian Timur Tengah di Madrid tahun 1991 menunjukkan bahwa konferensi yang diliput ribuan wartawan dan dialokasikan hanya beberapa wartawan dari seluruh dunia hadir, maka diperlukan teknik lain untuk menuliskannya. Dalam konferensi besar seperti itu biasanya media centre menyajikan kelengkapan mulai dari release sampai dengan liputan melalui televisi. Salah satu pengalaman ketika itu, adalah karena para pihak yang bertikai dalam konflik Timur Tengah ini baru pertama kali duduk dalam satu tempat dan ruangan, maka sikap tubuh dan raut muka serta posisi duduk menjadi berita tersendiri. Dan itulah kemudian yang keluar dalam laporan, bukan substansi perundingan karena semua tahu bahwa substansinya akan sulit terselesaikan. Itu pula yang menjadi bahan laporan dari sebuah koran internasional dimana posisi duduk dan raut muka peserta perundingan dari Palestina dan Israel itu menjadi bagian laporan menarik. Dengan menyimak posisi duduk ini juga bisa diketahui bagaimana diplomasi konferensi ini begitu sulitnya sehingga tawar menawar dari kedua untuk tempat konferensi juga sangat alot. Dalam konferensi internasional biasanya tempat duduk itu menentukan nilai dari sebuah delegasi, apakah cukup terhormat, disisihkan atau diberi tempat yang sentral.

Liputan dalam tim ini juga akan menguji lebih banyak kemampuan kita dalam bekerja sama yang sangat penting dalam kelangsungan sebuah liputan peristiwa besar. Tentu saja tidak terhindar perbedaan pendapat dan angle dalam penulisan dan pelaporan namun ini bagian dari dinamika sebuah tim.

Powered by Qumana

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Liputan di lapangan perlukan kecepatan

26 Monday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Liputan di lapangan tidak hanya sekedar memiliki angle yang tepat dan teknologi yang memadai tetapi da satu faktor lain yang dibutuhkan dalam dunia jurnalistik, yakni kecepatan.

Sehebat apapun seorang wartawan kalau sudah lewat deadline, berita itu tidak bisa dimuat, demikian kata guru saya ketika di tempat pelatihan Kompas, Anggrek.

Memang benar, kehebatan seorang jurnalis diuji oleh terbatasnya waktu. Waktu adalah musuh utama dalam peliputan. Sadar akan waktu merupakan masalah penting ketika berada di lapangan. Seorang wartawan yang diterjunkan ke lapangan seringkali berfikir bahwa inilah berita yang paling hebat, paling besar saat itu dan paling mungkin dijadikan headline.

Namun ilusi ini akan berbeda dengan pandangan editor yang melihat peta pemberitaan secara menyeluruh. Pandangan yang berlebihan terhadap berita yang dimuat seringkali menyebabkan keterlambatan. Salah satu penyebabnya, berita yang diliput seolah-olah yang terbesar -misalnya sidang MPR atau kecelakaan mobil beruntun di jalan tol – mempengaruhi pandangan kita di lapangan sehingga lepas dari kehebatan berita lainnya.

Tantangan terhadap deadline ini lebih hebat lagi bagi surat kabar yang terbit tengah malam dan radio yang harus segera mengambil manfaat dari perkembangan terbaru ini. Dengan demikian sadar akan deadline merupakan bagian dari wawasan jurnalis yang langsung berada di lapangan di tengah panasnya siang atau dinginnya malam atau di tengah hujan lebat.

Kecepatan ini semakin dibutuhkan tatkala perbedaan waktu dengan Indonesia sudah mencapai setengah hari. Liputan di London cukup berat. Perbedaan waktu enam sampai tujuh jam menyebabkan kecepatan liputan, perencanaan yang tepat serta bahan yang terkumpul cepat ikut mempengaruhi bentuk akhir dari beritanya. Perbedaan enam jam itu berarti, begitu kita bangun pagi di Jakarta dan WIB khususnya sudah siang hari. Jadi hanya butuh waktu enam jam agar berita liputan hari itu masuk dalam sidang rapat dan diperitmbangkan oleh dewan editor.

Lebih-lebih lagi ketika meliput konferensi yang belum selesai, konflik terbuka seperti perang dan menerobos lautan dan hutan untuk liputan khusus. Format straight news atau berita langsung seperti biasa perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan matang jangan sampai tertinggal atau sulit dilengkapi editor yang berada di Jakarta atau kantor utama.

Kesadaran akan waktu juga digunakan ketika menyusun jadwal wawancara di lapangan dengan nara sumber. Jatuh dekatnya diperhitungkan dengan cermat sehingga tidak kedodoran ketika sudah sampai di tempat menginap untuk pengiriman berita. Susunlah wawancara denan para pakar sehingga bisa lebih senggang waktunya untuk menulis. Jangan biarkan, penulisan berita terdesak oleh deadline sehingga mutu laporannya akan rendah.

Powered by Qumana

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Persiapan liputan ke luar negeri

26 Monday Jun 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ 1 Comment

Jika Anda telah mendapatkan  tugas ke luar negeri pertama kali bersykurlah. Sekalipun itu hanya pergi ke Malaysia atau Singapura, sudah bisa dikategorikan sudah awal liputan internasional dalam karir Anda. Langkah kecil ke negeri jiran ini bisa berarti langkah besar dalam tugas-tugas jurnalistik ke depan. Selain itu, tugas "kecil" inipun akan menjadi timbangan bagi tugas-tugas besar lainnya.

Ada beberapa hal kalau sudah dimulai penugasan ke luar negeri.

1. Buatlah sesegera mungkin List barang-barang yang akan dibawa dan kategorikan antara list kerja dengan list pribadi. Yang termasuk daftar barang yang dibawa berkaitan dengan profesi misalnya laptop, baterai, kamera, alat perekam, notes dll. Barang pribadi yang perlu dibawa misalnya jacket.

2. Paspor harus disimpan dalam list pertama katergori kerja. Paspor perlu dicek masa berlakunya. Ada beberapa kasus, teman sekerja tidak jadi pergi karena paspor habis masa berlakunya. Bagi Anda yang pertama kali ke luar negeri, biasanya paspor juga baru. Jadi tidak ada kekhawatiran paspor Anda kadaluarsa.

3. Tiket. Tiket perlu dicek ulang baik waktu maupun rutenya. Jangan sampai Anda ketinggalan pesawat karena akan mengacaukan jadwal selanjutnya. Pada umumnya perjalanan ke luar negeri memerlukan waktu dua jam sudah berada di airport. Sebelum check in, barang akan diperiksa dan biasanya setiap orang dapat jatah 20 kg bagasi. Sedangkan tas tangan normalnya 5 kg. Setelah check in jangan sampai ketinggalan boarding pass Anda kalau tidak ingin ditolak masuk pesawat.

4. Setibanya di bandara luar negeri pastikan semua barang dicek dan tidak ada ketinggalan. Pastikan barang berharga seperti lap top, kamera alat perekam tidak rusak. Oleh sebab itu perlu tas penyimpan yang tahan banting untuk barang elektronik yang rawan goncangan.

5. Daftar alamat, telepon dan kontak jangan sampai ketinggalan. Biasanya ini dilupakan sehingga mengalami kesulitan ketika akan mengontak nomor-nomor yang perlu.

6. Mata uang perlu dipersiapkan juga supaya kalau naik taksi atau memerlukan uang recehan akan memudahkan tugas Anda. Seorang teman pernah bersama keluar negeri dalam sebuah liputan dan dibekali beberapa juta rupiah. Setibanya di luar negeri uang itu tidak bisa ditukar dengan mata uang lokal karena memang tidak laku. Jadi jangan lupa membawa matang uang dollar atau mata uang negara yang kita tuju.

Ada beberapa hal lagi yang perlu dipersiapkan saat perjalana pertama ke luar negeri namun akan ditambah di kemudian hari.

Powered by Qumana

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d