Katakan dengan bunga

Ungkapkan dengan bunga perasaan Anda. Di negara-negara maju bunga sudah menjadi komoditi penting seperti halnya makanan jajanan. Bunga juga menjadi bagian dari kehidupan seharian dalam mengungkapkan perasaan. Tentu tidak hanya terhadap kekasih tetapi hampir dalam semua kesempatan bunga menghiasi kehidupan manusia.Lagipula dengan memandan bunga, rasanya ada keteduhan. Bunga asli mempesona jiwa meski hanya berumur pendek. Kalau kita beli bunga biasanya diberi vitamin agar lama bertahan.Bunga plastik dari jauh terlihat segar tetapi semakin dekat akan terasa imitasi itu tidak memberikan kesegaran.Katakan dengan bunga. Ini hasil jepretan dari taman dekat Temple Station dipinggir Thames River di London.

Keliling Eropa hanya 1000 dollar

Mungkinkah berkeliling Eropa dengan 1000 dollar Amerika ? Jawabannya mungkin saja. Marina Silvia telah membuktikan tahun 2006. Dia mengunjungi 13 negara Eropa dengan bekal 1000 dollar.Dalam bukunya ini, Marina menjelaskan “rahasia” nya dalam buku terbarunya. Marina bisa berkeliling antara lain karena jaringan yang telah dibuatnya untuk berkelana dengan akomodasi dan makan nyaris gratis.Tidak percaya? Bisa baca pengalamannya dalam buku Berkeliling Eropa 1000 dollar iniPengalaman Marina Silvia ini dapat Anda ikuti dalam acara Kabar Buku BBC

Harmoko: Kesaksian Jatuhnya Soeharto

udah lama sejak reformasi bergulir, nama Harmoko jarang terdengar. Bulan Mei lalu Harmoko meluncurkan buku berjudul “Berhentinya Soeharto, Fakta, dan Kesaksian Harmoko”Berbincang dengan Harmoko mengingatkan masa perkuliahan dimana sebagai Menteri Penerangan saat itu dengan suara dan logat khas memberikan penjelasan berbagai persoalan ekonomi.Dalam mengulas bukunya ini, Harmoko menjelaskan panjang lebar mengenai detik detik menentukan ketika dia mengajukan, katanya, aspirasi masyarakat agar Soeharto mundur. Sebagai seorang loyalis yang kawakan ternyata pada saat terakhir, Harmoko berubah haluan.Syarwan Hamid yang saat itu menjadi Wakil Ketua DPR juga mengikuti proses bagaimana pimpinan DPR menghadap Soeharto.Selengkapnya dapat disimak dalam Kesaksian Harmoko