• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Jurnalistik

Keselamatan jurnalis dalam liputan bencana radiasi

17 Thursday Mar 2011

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalistik

≈ 1 Comment

Keselamatan jurnalis dalam liputan bencana radiasi.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips meliput operasi atau razia polisi

07 Monday Mar 2011

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalisme, Jurnalistik, Jurnalistik Radio

≈ Leave a comment

Tags

embeded, polisi, razia, tips liputan operasi polisi

Dalam liputan di lapangan mungkin mendapat kesempatan mengikuti razia polisi terhadap sebuah kejahatan dan atau peristiwa kejahatan. Karena karakteristik razia ini bersifat rahasia dan mendadak serta penuh dengan persiapan menyangkut keamanan dan keselematan, seorang jurnalis radio juga perlu memperhatikan keselamatan dirinya. Hal yang perlu diprhatikan dengan menempel pada polisi istilah kerennya embeded adalah

1. Keamanan dan keselamatan diri karena ada pejabat polisi yang menjamin wartawan

2. Razia kegaitan atau tempat yang tidak berbahaya, misalnya tidak ada perlawanan bersenjata

3. Tempat razia tidak di daerah terpencil, kalaupun jauh di hutan perlu peralatan tambah dan langkah keselamatan ekstra

4. Bahan-bahan yang dirazia apakah tergolong berbahaya, misalnya cairan kimia beracun atau gas beracun

5. Apakah kemungkinan perlawanan dari mereka yang dirazia6. Apakah bisa mengambil suara/audio ketika operasi

7. Apakah bisa memungkinkan mengambil foto bukti-bukti kejahatan untuk dokumentasi

8. Sebaiknya tetap both side wawacara polisi dan atau pelaku atau yang dirazia jika memungkinkan. Kalaupun sulit mewawancara mereka yang dirazia bisa dimasukkan kedalam naskah tulisan.

9. Bila sudah selesaikan, sampaikan kepada petugas bahwa dia akan melapor dan kembali ke kantor.Operasi keamanan polisi khususnya kejahatan memerlukan ekstra tambahan dan senantiasa berkomunikasi dengan editor yang memberikan tugas. Jangan sampai tidak tahu dimana keberadaan Anda dan sampai kapan Anda mengikuti operasi polisi.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips presenter radio

22 Tuesday Feb 2011

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalisme, Jurnalistik, Jurnalistik Radio

≈ 1 Comment

Tags

presenter, presenter radio

Presenter sebenarnya “penghubung” utama satu bagian dengan bagian lain dari siaran. Oleh sebab itu kadang-kadang presenter merekam atau menyampaikan secara langsung “links” itu.

Presenter kadang menjadi wajah dan wakil dari media siaran sehingga begitu orang mendengar nama stasiun media siaran terbayang suara dan wajah presenter. Berikut ini tips presenter dari BBC:

1. Tenang. Suara bicara yang alamiah kadang-kadang terlalu cepat untuk pendengar oleh karena itu tenanglah suaranya dan perlahan-lahan menyampaikan informasi yang Anda sampaikan.

2. Buatlah setiap kata-kata itu berarti. Baca naskah dengan rasa percaya diri dan katakan setiap kata dengan tepat. Jangan mengakhiri kalimat tidak lengkap.

3. Bersikaplah seolah-olah Anda bicara kepada satu orang tertentu. Bayangkan Anda menceritakan sesuatu kepada satu orang di dalam pikiran Anda.

4. Hindari rasa canggung dan gelisah. Nanti kedengarannya aneh di telinga pendengar.

5. Tersenyumlah. Mungkin ini terdengar baik, seperti Anda lihat sendiri kadang-kadang sikap tersenyum membuat suara lebih bersahabat.

6. Ingat suara Anda bagus seperti orang lain. Setiap orang bisa bicara lamban atau menyajikan dengan jelas tidak jadi soal apakah aksen anda tinggi atau rendah.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d