• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: International Relations

Peran media di era pandemi virus corona

08 Wednesday Apr 2020

Posted by Setiawan in International Relations, Jurnalistik

≈ Leave a comment

Tags

covid-19, indonesia, media massa, Pandemi

Sebagai bagian dari sistem informasi sebuah negara, media massa memiliki peran sebagai penyampai informasi, pendidikan, hiburan dan kritik sosial. Demikian juga di era pandemi  covid-19, media memainkan peran penting agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan pemerintah menjalankan kebijakan dengan benar

Media massa yang jumlahnya puluhan ribu lembaga di Indonesia mampu menginformasikan perkembangan pandemi COVID-19 secara proporsional. Pada tahap awal ketika pandemi resmi diumumkan awal Maret 2021, meskipu sudah diduga masuk ke Indonesi sejak Januari – media massa menginfokan kabar baru ini dengan berbagai bentuk. Pada umumnya media massa memberitakan awal pandemi dengan kegagapan dan memiliki pengetahuan sedikit tentang bahaya pandemi ini. Minimnya informasi soal pandemi itu dialami media karena sebagian besar ahli dan pejabat Indonesia juga memiliki wawasan terbatas seoal pandemi yang sebenarnya sudah melanda Asia Timur awal tahu 2000-an yang disebut SARS.

Dengan pemberitaan itu maka media berperan menginformasikan hal-hal mutakhir untuk diketahui umum. Namun sayangnya media juga tidak banyak memberikan informasi itu karena COVID-19 masih terasa asing dialami Indonesia. Berbeda dengan Hongkong, Taiwan bahkan Vietnam pernah merasakan keganasan flu burung versi awal yang lebih mematikan sehingga penyebaran bisa terisolasi.

Peran media yang tampak terlihat adalah berusaha mengedukasi publik tentang kebiasaan new normal seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tiga kebiasaan M ini berangkat dari informasi WHO yang merupakan argumentasi saintifik bahwa dengan langkah praktis itu dapat dihambat penyebaran pandemi. Itulah sebabnya pada Maret sampai April di sejumlah negara sudah melakukan “lockdown” sebuah wilayah karena bahaya penyebaran COVID-19 ini melalui pergerakan manusia. Bahkan negara memberlakukan pembatasan lalu lintas manusia melalui penerbangan atau jalur laut. (to be continued)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Fisip UMJ Tambah Doktor Baru

12 Friday Jul 2019

Posted by Setiawan in International Relations

≈ Leave a comment

Tags

Asep Setiawan, Doktor, hubungan internasional

MONITOR, Jakarta – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta hari ini, Jumat (12/7), kembali melahirkan Doktor baru, yaitu Doktor Asep Setiawan, MA. Tercatat, Doktor Asep Setiawan telah menyelesaikan S1 di Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran, seangkatan dengan Dr. Rizal Sukma yang kini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris.

Asep Setiawan menempuh Program Masternya di Birmingham University Inggris. Studi S2-nya ini ditempuhnya bersamaan saat bertugas di BBC London. Sementara S3 ditempuhnya di Program Doktor Universitas Padjadjaran.

Ia mengambil Disertasi dengan judul “Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap Isu Nuklir Iran di Dewan Keamanan PBB 2007-2008.”

Sebagai orang yang aktif terjun di dunia internasional, Asep terlihat sangat menguasai dan mampu mempertanggungjawabkan disertasi yang ditulisnya dihadapan dewan penguji.

Dekan FISIP Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy pun menuturkan, dengan selesainya Program Doktor yang ditempuh Asep Setiawan, maka FISIP UMJ saat ini telah mempunyai dosen bergelar Doktor sebanyak 29 Doktor, dengan rincian Prodi Kesejahteraan Sosial sebanyak 5 Doktor, Prodi Administrasi Publik 3 Doktor, Prodi Ilmu Politik 6 Doktor, dan Prodi Ilmu Komunikasi 3 Doktor, Magister Ilmu Administrasi 6 Doktor, dan Magister Ilmu Komunikasi 6 Doktor.

“Saat ini yang tengah menempuh program doktoral sebanyak 7 dosen. Diharapkan dalam waktu paling lama semua dosen FISIP sudah bergelar Doktor semua,” ujar Ma’mun di Jakarta, Jumat (12/7).

Untuk diketahui, selain menjadi Dosen di FISIP UMJ, saat ini Asep Setiawan bekerja di Metrotv dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Pusat Penelitian Media Metrotv. Mulai tahun 2019, ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pers yang berkantor di Kebon Sirih Jakarta.

 

Sumber: https://monitor.co.id/2019/07/12/fisip-umj-tambah-doktor-baru/

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

PERAN MEDIA MASSA DALAM POLITIK LUAR NEGERI: KASUS DI INDONESIA

03 Monday Jun 2019

Posted by Setiawan in Journal Articles

≈ Leave a comment

Tags

Journal, Jurnal, Media, politik luar negeri

PERAN MEDIA MASSA DALAM POLITIK LUAR NEGERI: KASUS DI INDONESIA

Asep Setiawan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
asep.setiawan@umj.ac.id
Abstract
As a country embraces democratic values in its political system, mass media has an increasing role in influencing government policy making including foreign policy making. Study on mass media relations with foreign policy making has developed to level conceptual even theoretical framework in mass communication study. This article shows that theoretical and analytical approaches toward media and foreign policy decision making have at least seven analytical frameworks. Those tools of analysis are CNN Effect, the Indexing Hypothesis, Media – Policy Interaction Model, Positioning Theory Agenda – Setting Theory, Propaganda Model dan Manufacturing Consent. In Indonesia, study on relations between media and foreign policy has not been developed. But there is prominent case in foreign policy change of Indonesia regarding Iranian nuclear issue in United Nations Security Council.
Keywords: Mass Media, Foreign Policy, CNN Effect, Manufacturing Consent,
Indonesia, Iran Nuclear, United Nations Security Council

Download Here 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d