Tag Archives: Riba

Mencari Jalan Pulang, Buku yang Membebaskan

Buku karya Saptuari Sugiharto terbitan Januari 2017 dapat dikatakan sebagai karya tulis berbasiskan kepada pengalaman dan kisah nyata mengenai pengalaman nara sumbernya bebas dan membebaskan diri dari riba. Riba disebutkan sebagai sesuatu yang tidak boleh dilakukan karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pengalaman yang diangkat berbagai pengusaha kecil menengah dan profesional swasta, mengajak pembaca untuk meyakini bahwa riba merupakan penghalang dari kebahagiaan di dunia.

Kisah-kisah itulah yang menjadi kekuatan buku ini. Pembaca diajak untuk merenungkan pengalaman mereka yang mendapatkan solusi dari melepaskan upaya dari tekanan riba. Beberapa pengalaman menunjukkan mereka yang ingin menutup kredit dari bank harus menanggung rugi hingga puluhan juta rupiah. Sungguh tidak percaya mendengarkan cerita mereka yang merasa plong tatkala melakukan ekonomi dan bisnis berbasiskan tunai.

Benang merah dari cerita-cerita yang diangkat pendiri “sedekah rombongan” ini adalah bahwa riba sebagai sesuatu yang harus dihindar karena merupakan tuntutan Islam. Yang disuburkan adalah bisnis, berwiraswasta tanpa melibatkan riba. Dari berbagai pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang mengindari dan tidak mendekati riba justru menemukan kebahagiaan dan kesuksesan. Namun proses melepaskan diri dari utang riba ini juga merupakan kisah yang menggetarkan.

Untuk keluar dari riba itu dibutuhkan keyakinan yang mendalam bahwa Allah SWT memberikan rezeki kepada yang tidak terlibat riba. Janji itu tertuang dalam Al Quran. Setelah meyakini inilah maka proses melepaskan diri dari ketergantungan utang kepada bank dan pihak lain akan berkurang. Orang-orang yang bercerita sendiri dan diceritakan Saptuari menyebutkan bahwa rasa lega setelah bebas dari jerat utang yang berbunga-bunga.

Kekuatan buku ini juga terletak kepada penuturan Saptuari yang cair dan renyah sehingga pembaca tidak akan bosan membolak balik buku ini , kadang membaca cerita cerita dan kesan lucu dari penulis sendiri. Gaya bertutur inilah yang merupakan trend baru penulisan buku motivasi untuk mengembangkan diri.

Layout buku juga layak untuk dinikmati. Ada beberapa foto dan gambar penulis dengan saksi-saksi yang bercerita dan kisah sukses mereka. Namun juga ada beberapa laporan dari media yang dimasukkan sehingga membuktikan bahwa sebenarnya masih banyak yang berutang dengan jalan mengkredit di Indonesia.

Beberapa gambar lucu juga dimuat disertai komentar dan teks di dalamnya. Sejumlah karikatur lucu juga mengingatkan kepada pembaca bahwa berutan dengan bunga akan membahayakan kehidupannya. Namun demikian penulis juga memberikan tips bahwa interaksi dengan bank tetap diperlukan karena lembaga keuangan inilah yang memudahkan dalam berbagai transaksi. Yang dicatat adalah jangan sampai mengambil utang yang melebihi batas karena akan memperberat hidup. Sikap sederhana dengan hidup tanpa riba merupakan pilihan yang diarahkan dalam buku ini.

Bagi mereka yang sudah terlanjur terlilit utang yang berbunga dan kredit jangka panjang Saptuari memberikan tips menarik mulai dari apa yang disebut amputasi, rawat inap dan rawat jalan.

Berkaitan dengan judul buku ini Mencari Jalan Pulang tidak dibahas mendalam. Namun di akhir buku memang ditulis bahwa semua manusia dalam perjalanan pulang kepada Sang Pencipta. Lalu bekal apa yang akan dibawa menghadap-Nya jika banyak haram menempel dalam tubuhnya.
Buku ini layak dibaca oleh para pelaku ekonomi modern yang hidupnya tidak lepas dari pinjam meminjam baik untuk investasi atau pengembangan usaha. Beberapa pengalaman dari buku ini memang masih dalam bidang usaha yang omzetnya dalam tingkat menengah ke bawah. Namun tidak melepaskan nilai buku ini bagi para pembaca yang juga tidak terlibat bisnis. ***

Please follow and like us: