Tag Archives: Jokowi

Jelang Penetapan Presiden

Bulan Agustus tidak hanya bersejarah bagi bangsa Indonesia karena terdapat tanggal keramat 17 Agustus. Namun lebih dari itu tahun 2018 akan disertai momentum bersejarah lainnya yakni penetapan calon presiden dan wakil presiden oleh Komisi Pemilihan Umum untuk Pilpres 17 April 2019.

Apa yang menjadi menarik dari hari itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah adanya tokoh yang siap bertarung dalam pesta akbar demokrasi Indonesia tahun 2019. Pasangan inilah yang akan menentukan Indonesia dalam lima tahun ke depan. Ritual pilpres langsung akan menjadi yang keempat kalinya pasca reformasi sehingga keberlangsungan pilpres ini juga menentukan masa depan Indonesia.

Aspek menari lainnya siapa calon yang dideklarasikan oleh parpol Indonesia untuk kontestasi pemilihan presiden nanti? Sudah mafhum bahwa ada dua calon kuat yang terpantau radar survei yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Jika ini terjadi maka pengamat menyebutnya rematch dari pilpres 2014.

Yang belum terjawab adalah siapa pendamping keduanya jika itu kemudian dijadikan calon presiden. Kedudukan wapres adalah strategis karena diasumsikan mereka akan berkompetisi padathun 2004. Jadi jika pendamping presiden ini masih berusia muda ada kemungkinan mampu untuk bertarung untuk pemilihan berikutnya. Itulah yang kemudian jadi perbincangan. Siapa orangnya? Apa jabatannya? Apa latar belakangnya? Dan dari suku mana juga?

Bulan Agustus semua pertanyaan itu akan terjawab karena KPU siap menetapkan dua pasang atau lebih tergantung dari koalisi yang dibentuk. Dan jika sudah ada calon untuk berkontestasi maka tinggal bagaimana budaya demokrasi ini dirawat dan diperkuat sehingga pilpres tidak menjadi anarkis. ***

People-Oriented Indonesia’s Foreign Policy in Support of Protecting Citizens

Asep Setiawan & Endang Sulastri
University of Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
asep.setiawan@umj.ac.id; endangsulastri_es@yahoo.com

 

                                                                Abstract

Indonesia‟s foreign policy based on national interest is confirmed in the opening of 1945 Constitution. In Joko Widodo‟s government focus on protection of citizen becomes priority. In addition the government also focuses on maintaining Indonesia‟s sovereignty and intensifying economic diplomacy.The Foreign Ministry translates of what concept of people-oriented foreign policy becomes pro people diplomacy and down to earth diplomacy. What is the meaning of this concept and what are implications of the policy are investigated in this research. In order to understand the policy this research looks at some cases of migrant worker particularly in Malaysia. The research uses qualitative approach with descriptive analytic in nature. Data collections for the research are interview, observation, documentation studies and focus group discussion. Source of data was collected from Indonesian Foreign Policy Ministry, Indonesia‟s‟ diplomatic office in Kuala Lumpur and Johor, Malaysia. Data analysis for the research is also used qualitative approach. Research found that Foreign Ministry set up strategy to achieve people oriented foreign policy focus with concept of people‟s diplomacy. Protection citizen set in priority with enlargement of organization and fund increased. It shows there is sense of urgency in application to protect Indonesia’s overseas particularly migrant worker. Benefit of the policy can be found from many cases in Kuala Lumpur and Johor where diplomats in charge of helping the worker actively find solution. However due the giant scale of the cases protecting people policy is not easy task for the government.

Keywords: Foreign Policy, Indonesia, Oriented People, Pro People, Diplomacy, Migrant Worker, Malaysia, Johor.

Source: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/icss/article/view/2307