Pandemi Covid-19 Ancaman Keamanan Asia

Selain ancaman keamanan dari masalah perang, konflik perbatasan, perdagangan narkoba dan perdagangan manusia, pandemi covid19 di Asia telah menjadi ancaman nyata. Sebelumnya dalam kajian keamanan termasuk keamanan Asia, pandemi karena wabah yang disebabkan virus Corona tidak termasuk dalam radar para pakar hubungan internasional. Ancaman pandemic menjadi domain kesehatan publik secara umum tidak sampai mengancam keamanan.

Tahun 2020 ketika pandemi sudah melanda lebih dari 200 negara maka covid19 atau wabah virus corona telah menjadi ancaman nyata di Asia. Ancaman itu mulai dari sistem kesehatan sebuah negara sampai dengan ekonomi,sosial budaya sampai kepada politik. Dengan adanya wabah ini maka sendi-sendi kehidupan nasional suatu negara termasuk di Asia mendapatkan guncangan.

Menurut WHO, kasus virus Corona ini mulai diketahui dari laporan resmi China tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan bahwa satu kluster kasus radang paru-paru (pneumonia) di Wuhan Provinsi Haubei telah ditemukan. Sejak saat itulah ditentukan adanya virus corona. Dan 4 Januari 2020, WHO mengumumkan di media sosial adanya kluster kasua penumonia di Wuhan tanpa diterima laporan jatuhnya korban oleh WHO.

Baru kemudian 5 Januari 2020 WHO mengumumkan adanya wabah virus baru yang namanya belum diketahui. Kemudian dilanjutkan dengan mengumumkan panduan ke berbagai negara bagaimana mendeteksi, menguji dan menghadapi kasus ini berdasarkan pengetahuan tentang virus saat itu. WHO menyatakan berdasarkan pengalamana SARS dan MERS dan penularan virus melalui alat pernafasan, infeksinya serta cara pengendaliannya maka diterbitkan panduan cara perlindungan para petugas kesehatan agar hati-hati terhadap droplet dan kontak dengan pasien.

Barulah seperti dijelaskan WHO, China berbagi genetik mengenai apa yang disebut COVID-19 12 Januari 2020. Sehari kemudian muncul kasus pertama di luar China yakni di Thailand. Kemudian 22 Januari 2020 ditemukan bahwa penularan Covid-19 ini terjadi antara manusia ke mansia di Wuhan, China.

Baru kemudian setelah menyebar ke berbagai negara, WHO mengumumkan 11 Maret 2020 covid-19 ini sebagai pandemi, wabah yang menyebar di seluruh dunia. Indonesia mengumumkan kasus pertama covid-19 ini tanggal 12 Maret 2020 dan setelah itu sampai April sekitar 500 orang meninggal dan sekitar 5000 terkena covid-19.

Penyebaran wabah covid-19 ini sangat cepat seperti tampak dalam data yang dirilis oleh WHO sampai 19 April 2020, sekitar sebulan sejak dinyatakan pandemic global.

Gambar : Peta Penyebaran Covid-19

Sumber: WHO (2020)

 

Dari gambar di atas tampak bahwa penyebaran covid-19 sudah mendunia, tidak ada satupun negara yang luput dari penyebaran wabah ini. Gambar berikut merupakan gambaran pandemi global berdasarkan kawasan.

Gambar: Penyebaran Covid-19 Per Kawasan

Sumber: WHO

 

Berdasarkan data dari WHO berikut ini penyebaran covid-19 di sebagian negara di Asia berdasrakan rekaman tanggal 12 April 2020. Jumlah korban yang terbesar di Asia terjadi di China disusul kemudian Indonesia dan India. Dari tabel itu menunjukkan bahwa ancaman covid-19 ini tidak dapat dianggap kecil dibandingkan dengan ancaman keamanan lain seperti dari perdagangan narkoba, perdagangan manusia bahkan ancaman karena konflik perbatasan.

China yang merupakan asal dari wabah ini korban dan kasusnya paling besar terutama di Wuhan. Lebih dari 83 ribu orang orang terkena covid-19 dan lebih dari empat ribu meninggal berdasarkan data 12 April 2020. Namun kalau menyimak data terbaru tanggal 19 April,  berikut ini dari John Hopkins University maka total kasus mencapai 2,3 juta orang dengan orang yang meninggal di seluruh dunia lebih dari 160 ribu orang.

Tabel : Penyebaran Covid-19 di Asia

Sumber:WHO

 

Gambar: Penyebaran Covid-19

Sumber: John Hopkins University[1]

 

Globalisasi di bidang transportasi menjadi salah penyebab cepatnya wabah virus corona di Asia dan dunia. Penyebaran covid-19 ini tidak hanya terjadi di Asia tetapi bahkan paling parah terjadi di Eropa seperti di Italia, Spanyol dan Inggris. Warga usia lanjut yang rentan terhadap kesehatan menjadi korban dari wabah covid-19. Demikian juga ancaman covid-19 paling besar terjadi di Amerika Serikat karena berbagai sebab antara lain juga warga usia lanjut yang rentan terhadap penyakit sehingga begitu serangan covid-19 ini sampai sulit sekali penyembuhannya.

Kalau di tingkat Asia faktor transportasi seperti penerbangan dan juga hubungan laut menjadi pemicu cepatnya wabah ini seperti terjadi di Korea Selatan dan Jepang. Berbagai kegiatan masyarakat di Asia mulai yang sifatnya keagamaan dan ritual lainnya sudah bersifat regional dan global. Berbagai warga mancanegara dapat berkumpul di suatu tempat dalam suatu acara besar seperti di Korea Selatan tanpa pengetahuan bahaya wabah ini.

[1] https://coronavirus.jhu.edu/map.html

Sub bab bagian dari Buku Hubungan Internasional di Asia Timur akan terbit