Monthly Archives: October 2019

Makna Pelantikan Presiden Indonesia 2019

Pelantikan Presiden ke-8 Republik Indonesia yang dipegang Joko Widodo baru saja selesai. Demikian juga pelantikan Wakil Presiden Maruf Amin tuntas sudah dalam sebuah upacara yang khidmat. Pembicaraan berikutnya adalah prioritas pemerintah lima tahun mendatang yang akan diusung oleh kabinet baru.

Tulisan ini lebih melihat makna dari pelantikan itu sendiri tidak dari sisi hukum tapi dari perspektif lebih luas sebuah negara demokrasi baru yang berusia 74 tahun. Bahkan kalau diukur lebih mutakhir lagi Indonesia pasca reformasi yang berusia 21 tahun telah menorehkan prestasi baru yakni peralihan demokratis jabatan eksekutif kepresidenan.

Pelantikan presiden 20 Oktober 2019 dalam makna lebih luas adalah berjalannya sendi-sendi demokrasi dimana peralihan pemimpin dilakukan secara demokratis melalui pemilihan umum yang terbuka. Meski sudah empat kali presiden dipilih secara langsung dan demokratis namun suasana demokrasi yang mewarnai pemilihan selalu penuh dinamika.

Dinamika demokrasi Indonesia apabila tidak diganggu oleh anasir radikal yang berusaha mengalihkan filosofi dan konstitusi negara, maka terbentang peluang ke depan membangun masa depan Indonesia secara lebih ajeg. Jika 2045 diukur sebagai salah satu rentang waktu terdekat yang menandai 100 tahun Indonesia merdeka, maka seharusnya iklim demokrasi ini akan membantu mengakselerasi kemajuan negara Indonesia.

Pemimpin yang terpilih melalui mekanisme demokratis ini seharusnya dijadikan sebagai langkah awal dalam pembangunan politik Indonesia. Pelantikan presiden baru menjadii awal dari babak pemerintahan baru yang menandai roda demokrasi seharusnya berjalan sesuai dengan sistem yang ada. Demokrasi di Indonesia sedang dalam masa pembentukan namun dengan proses politik yang sudah berjalan melalui pemilu maka sudah seharusnya seluruh bangsa fokus bagaimana implementasi kepada penguatan kekuatan nasional bukan berdebat soal menang dan kalah dalam proses kontestasi. ***