Versi Cetak The Independent Inggris Berakhir

Satu-demi satu surat kabar cetak berakhir karena perubahan kebiasaan membaca dan kemajuan teknologi. Koran yang pernah mencapai kejayaan selama berabad-abad ini tergerus oleh pesatnya internet. Pembaca lebih terbiasa dengan versi online daripada menunggu lembaran koran pagi atau sore hari.

Sebagai salah satu pembacanya, The Independent di Inggris juga sudah berakhir versi kertasnya. Sejak 26 Maret 2016, harian yang didirikan tahun 1986 ini menyatak berhenti terbit untuk versi cetaknya. Berbagai alasan dikemukakan namun bottom line nya, versi cetak rugi karena menurunnya pembaca yang berjalan seiring berkurangnya pemasukan dari iklan.

Harian Independent diidentifikasi sebagai koran kiri sekali (far left) lebih kiri dari The Guardian. Banyak kritik di dalam koran ini tetapi berkualitas. Belakangan desain koran sangat menarik dan hidup. Namun perubahan format itu tidak menghentikan laju penurunan oplah koran.

Dikutip BBC, Professor of journalism Brian Cathcart predicted that all UK national newspapers would eventually go out of print.

He added: “No-one can say in what order it will happen, but it will happen to the most venerable titles, even to the top-selling Sun and Mail.”

Tentu ramalan ini menakutkan dan terlalu berlebihan. Namun bisa juga benar karena faktanya satu demi satu baik di Eropa maupun di Amerika, koran cetak mulai beralih ke digital. Kini perang berita di digital menjadi sebuah fenomena dimana-mana. Di Amerika Serikat ada Huffington Post yang sukses sebagai sumber berita online yang kredibel. Di Indonesia Detikcom mempelopori berita online.

Media massa secara keseluruhan memang didesak untuk mentranformasikan model bisnis dan model jurnalisme nya. Kalau dulu hanya sebagai gate keeper, dimana semua berita harus melalui media massa dan dikendalikan oleh hanya surat kabar cetak atau majalah cetak, kini versi media massa online telah menjadi bagian kehidupan para pengambilan keputusan modern.

Namun demikian isi media massa harus mencerminkan beberapa faktor seperti dipaparkan Bill Kovach.

Dalam era modern ini, Kovach mencatat ada empat tugas utama jurnalis.

  1. Melakukan verifikasi informasi supaya dapat dipercaya, sehingga jurnalis memainkan peran sebagai Authenticator (Otentikator).
  2. Melaporkan dan menyampaikan berita untuk membuatnya sebagai Sense Maker, meletakkan peristiwa/kejadian/fakta dalam konteks mengubah informasi menjadi pengetahuan. Disebut pula sebagai meaning journalism. Dengan kata lain melakukan otentikasi fakta untuk mensintesiskan dan meletakannya dalam konteks.
  3. Menjadi saksi – to Bear Witness – terhadap berbagai peristiwa sehingga jurnalis menjadi elemen yang melakukan monitoring, penyelidik yang mempertanyakan dan menggali fakta-fakta. Dengan kata lain jurnalis bertugas melaporkan sejarah atau history in making.
  4. Watchdog (pengawas), peran klasik untuk melakukan investigasi, membongkar dan mengungkap penyalahgunaan.

Meskipun baju berubah namun esensi jurnalisme akan tetap sama untuk informasi yang benar, akurat dan kredibel. Semua informasi ini dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sehari_hari publik.***

Related Posts

Liputan Pemilu Inggris 2005

2015-04-15 10:48:17
admin

18

Paradigma Hubungan Internasional

2017-07-21 07:47:54
admin

8

Epistemologi Hubungan Internasional

2017-07-21 07:39:37
admin

8

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8

Media Research Center

2016-02-01 15:57:44
admin

8

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

8

BBC News Lab and NYT Labs

2015-09-20 10:26:12
admin

8