Pengangguran Indonesia 7,4 juta

Jobs
Laporan terakhir dari Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran Indonesia mencapai 7,45 juta orang saat diumumkan Mei 2015. Angka ini merupakan penambaan sebanyak 300.000 orang sejak Februari 2014. Angka ini setara dengan 5,81 persen dari total angkatan kerja.

Perlu dicatat bahwa penduduk usia kerja pada Februari 2015 mencapai 184,6 juta jiwa. Kita catat juga bahwa 128,3 juta diantaranya merupakan angkatan kerja dan para pencari kerja. Selama setahun terakhir ini jumlah pencari kerja bertambah menjadi tiga juta orang.

Menurut BPS, tingkat pengangguran terbuka didominasi penduduk berpendidikan sekolah menengah kejuruan sekitar sembilan persen. Sedangkan pengangguran dari sekolah menengah atas sekitar dapan persen.

Penambahan tingkat pengangguran ini sejalan dengan lemahnya pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I tahun 2015 tingkat pertumbuhan ekonomi turun dibandingkan tahun lalu menjadi 4,71 persen. Pada periode sama tahun lalu angkanya mencapai 5,21 persen.

Apa makna dibalik angka itu ? Pengangguran semakin bengkak karena tiba-tiba ekonomi makro memburuk. Dari dunia internasional, murahnya minyak membawa bencana bagi eksportir minyak. Demikian juga pemulihan ekonomi Amerika membuat dollar semakin kuat. Ekonomi dunia tiba-tiba melemah secara keseluruhan.

Dampaknya sangat dirasakan di Indonesia. Meskipun Presiden Jokowi membawa arus besar demokrasi yang dipercaya membawa kemakmuran ekonomi namun kenyataannya tidak. Tiba-tiba harga BBM yang sudah tinggi subsidinya kemudian dicabut sehingga semua harga naik. Lalu terjadi pula fluktuasi harga BBM.

Mata uang rupiah akhir tahun terus melemah sehingga dollar bisa menyentuh Rp 13.000 dari sebelumnya sekitar Rp 9.000. Semuanya terjadi tanpa bisa dibendung pemerintahan baru. Semuanya terseret ke suasana ekonomi yang suram, padahal setahun sebelumnya prediksi setelah pemilihan presiden akan terjadi booming ekonomi.

Lebih parah lagi, akibat stagnannya ekonomi kini gonjang ganjing untuk merombak kabinet.Tim ekonomi menjadi sorotan karena tidak memberikan nilai tambah kepada ekonomi Indonesia.

Kini lokomotif pemerintahan sangat ditunggu menarik gerbong ekonomi berjalan cepat menembus segala cuaca buruk global yang menimpa Indonesia. Di sini pula karakter seorang pemimpin diuji. Fokus kepada pengembangan infrastruktur akan menjadi titik balik bagi landasan perkembangan ekonomi selanjutnya. Asalkan, hingar bingar politik juga bisa diredam untuk memfokuskan kepada kesejahteraan rakyat. ***

Related Posts

Antitesis Korupsi Indonesia

2015-08-03 16:22:55
admin

18

Mengerikan, Ancaman Narkoba di Indonesia

2015-04-25 16:46:50
admin

18

Politik Luar Negeri Kemanusiaan Indonesia

2015-04-18 09:19:27
admin

18

Jurnalisme televisi di Indonesia

2015-04-05 08:50:57
admin

18

Selamat datang CNNIndonesia

2014-10-20 07:08:04
admin

18

Jokowi, Presiden ke-7 Indonesia

2014-10-20 06:06:54
admin

18

Jokowi Harapan Demokrasi Indonesia

2014-10-16 08:22:01
admin

18