Kekuatan Radio

Dunia penyiaran radio masih hidup sampai sekarang ini meskipun teknologi komunikasi sudah berkembang pesat dengan kehadiran internet serta penggunaan komputer tablet serta telepon cerdas yang semakin lengkap fiturnya. Kehadiran teknologi baru ini sebaliknya tidak membuat radio ketinggalan zaman. Radio kini dengan mudah bisa diakses melalui telepon pintar atau smartphone. Radio lebih banyak dinikmati pemirsanya di berbagai tempat bukan hanya di depan kotak radio.

Menurut Carole Fleming (2002) Selama satu abad ini radio telah menyesuaikan diri dengan perubahan budaya dan teknologi agar tetap populer dan medium yang penting meskipun adanya pertumbuhan televisi, film, televisi kabel dan satelit, berkembangnya musik serta kemudian ditambah dunia internet. Radio menjaga jati dirinya untuk tetap bersentuhan dengan pendengarnya karena dia tersedia setiap saat. Radio hadir hampir dimanapun kita berada.

Semula dengan kemajuan internet, radio dikatakan sudah tamat riwayatnya seperti halnya pernah diramalkan untuk surat kabar dan majalah berita. Namun ternyata radio hidup lebih panjang justru berkat adanya teknologi internet ini karena  berita lokal seperti di Indonesia dapat dinikmati di mancanegara, jauh melebihi batas territorial dan kemampuan antene radio. Teknologi komunikasi malah membuka peluang baru bagi radio baik untuk jenis radio musik atau berita.

Selain situs berita radio itu juga bisa dipancarkan melalui teknologi di internet secara langsung, berita yang termuat dalam radio juga bisa dimuat dalam situs di internet. Bahkan rekamannya dalam bentuk MP3 atau podcast bisa diakses, diunduh dan didengarkan kapan saja oleh pengunjungnya.

Oleh sebab itulah kehadiran jagat maya internet menjadi sangat penting dalam dunia pemberitaan. Dan tetap mengukuhkan radio sebagai salah satu medium komunikasi massa yang masih bisa diandalkan disamping televisi.

Sementara itu gelombang FM radio yang semakin marak memberikan nuansa baru dalam kehadiran radio berita. Radio berita semakin lebih baik disimak kualitas audionya melalui FM yang sangat populer di dunia. Gelombang AM dan gelombang pendek Short Wave (SW) masih juga digunakan sebagian dari stasiun radio namun sekarang pendengar lebih banyak menikmati dari saluran radio FM antara lain karena kualitas audio lebih jernih dan jelas.

Langkah pertama bagi seorang jurnalis radio adalah memahami kekuatan medium ini dan mengapa sangat potensial. (Paul Chantler and Peter Stewart, 2003). Radio mampu sampai dengan cepat kepada pendengarnya tanpa harus menunggu jeda seperti terjadi dalam televisi. Begitu kejadian berlangsung maka jurnalis radio secara sekaligus dapat melaporkan peristiwa dari lokasi kejadian apakah itu peristiwa budaya, sidang di DPR atau bahkan peristiwa kecelakaan dan bencana alam.

Radio dengan cepat dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai sebuah peristiwa. Biasanya barulah setelah terdengar melalui audio, pemirsa ingin melihat gambarnya. Di sini televisi akan berperan melanjutkan dan mengembangkan berita yang pertama kali di radio. Meskipun demikian, radio masih tetap penting karena dengan teknologi komunikasi seperti sekarang jurnalis radio berbekal telepon pintar atau telepon satelit bisa memasuki wilayah yang tidak dapat dijangkau media massa lainnya.

Setelah radio menyiarkan audio berupa laporan jurnalis, saksi mata, korban dan pejabat pemerintah termasuk juga pejabat rumah sakit dan dokter maka televisi akan memberikan gambarnya. Dan akhirnya tugas surat kabar pada esok harinya untuk melaporkan secara lebih mendalam dan menganalisa peristiwa yang telah terjadi sebelumnya.

Radio akan berada di depan untuk memberikan atmosfir dan suasana langsung dari lapangan. Suara dan laporan audio inilah yang kemudian akan ditangkap langsung oleh pemirsa berikut emosi dan suasana di lapangan. Berbeda misalnya dengan berita online, meskipun dia ikut memberikan laporan yang cepat dan dari lapangan namun suasana di lapangan atau tempat kejadian harus digambarkan panjang lebar. Radio dalam satu dua menit pertama dapat menyajikan informasi yang pertama kali tanpa harus menunggu waktu.

Dengan radio pemirsa dapat mendapatkan bayangan apa yang sedang terjadi. Misalnya terjadi kereta terguling dari sebuah jembatan di sungai. Pemirsa dapat membayangkan berapa gerbong yang jatuh ke sungai, berapa penumpang di dalamnya, seberapa dalam jurangnya dan seberapa dalam sungai itu. Pemirsa memiliki bayangan terjadi dari suara-suara jeritan, tangisan atau kepanikan di tempat kejadian begitu jurnalis radio sudah datang di lokasi itu.

Satu lagi yang menjadi ciri radio yang sering dikutip adalah media yang akrab secara pribadi. Penyiar dan atau jurnalis radio biasanya berbicara langsung dengan pendengar. Dengan demikian, saat siaran itu itu seorang penyiar seperti berbicara langsung dengan satu orang pemirsa. Begitulah suasana di radio sehingga setiap pendengar merasa akrab dengan pendengarnya.

Radio juga memiliki keunikan tersendiri dimana keberadaannya sering menyampaikan informasi yang bersifat lokal. Radio dengan kata lain sangat dekat dengan pendengarnya terutama di sebuah lokasi. Inilah yang menjadi salah satu kekuatan sebuah radio yang tidak akan terpatahkan oleh medium lainnya seperti televisi atau media cetak. Jagkauan radio yang biasanya bersifat satu kota atau kawasan akan menjadi salah satu pilar penting informasi masyarakat. Walaupun sudah ada radio jaringan atau televisi jaringan dan media online, namun radio yang memiliki karakter lokal masih menjadi kekuatan tak tertandingi.

Sejumlah pakar komunikasi menjelaskan beberapa keunggulan radio dibandingkan dengan media komunikasi massa lainnya. Salah pendapat mengemukakan beberapa poin penting radio sampai sekarang.

 

  1. It is Immediate. Berita dapat dilaporkan lebih cepat melalui radio daripada surat kabar atau televisi karena teknologinya lebih simple. Meski zaman sekarang bisa ditandingi juga dengan media online namun berita radio menampilkan atmosfir nyata, audio dimana berita itu berasal dan peristiwa yang terjadi bisa didengar langsung pemirsanya.

 

2. It is accessible.Radio juga mudah di akses. Kita bisa mendengarkan radio hampir dimanapun. Kita dapat mendengar radio ketika mengendarai mobil atau ketika berada di luar rumah. Teknologi telepon cerdas atau smartphones bahkan memudahkan kita mendengarkan radio dalam segala cuaca tanpa harus membawa-bawa kotak radio. Lebih-lebih lagi kita bisa mengerjakan hal lain sambil mendengarkan radio.

 

3. It is inclusive. Radio bisa mencapai banyak orang termasuk masyarakat yang miskin, terpinggirkan dan mereka yang tidak bisa membaca atau menulis. Suara penyiar atau wartawan radio akan memberikan nuansa lain disamping tentu pengetahuan bagi para pendengarnya.

Namun diantara faktor penting yang membuat radio masih relevan sampai sekarang meskipun penemuannya sudah ratusan tahun lalu adalah sifat personal dari suara penyiar radio. Sifat personal dimana penyiar seperti berbicara langsung secara perseorangan. Suara radio seperti masuk kedalam hati dan pikiran para pendengarnya. Ini antara lain karena suara radio itu merupakan imajinasi masing-masing maka seseorang yang menerima berita atau laporan dari radio seperti menyampaikan secara personal apa yang terjadi jauh di luar dirinya. Kemudian pesan dan berita radio ini dicerna serta diolah oleh masing-masing pendengar tanpa intervensi dari orang luar.

Tidak ada salahnya penulis menyertakan pendapat lain seperti dari Paul Chantler and Peter Stewart dalam bukunya Basic Radio Journalism (2007).

Berbeda dengan media massa lainnya radio meski sudah berumur panjang dan sepertinya kalah oleh televisi namun masih memiliki karakter sendiri. Apalagi dengan perkembangan radio hiburan yang sangat populer di kalangan remaja dan segmen pencinta musik.

 

Speed and simplicity

Radio disebut merupakan medium yang terbaik ketika siaran langsung atau bereaksi terhadap sesuatu kejadian yang sedang belangsung. Karena masalah teknis yang relatif mudah, radio dalam beberapa detik sejak kejadian bisa langsung mengudara, jurnalisnya juga bisa berada di lapangan melaporkan langsung hanya dalam beberapa menit sesudah peristiwa terjadi. Dengan menggunakan telepon seluler dia bisa berbincang dengan presenter di studio, jurnalis radio juga bisa mencari nara sumber langsung di tempat kejadian yang bias berbicara dengan hidup. Televisi mungkin harus memerlukan persiapan dan media onlinenya juga hanya bisa berupa teks. Radio hadir secara hidup di telinga pemirsanya.

Making Pictures

Radio merupakan medium terbaik untuk merangsang imajinasi, demikian tulis Paul Chantler and Peter dalam Basic Radio Journalism. Dengan demikian seorang jurnalis radio bisa dengan cepat ke tempat kejadian dan melukiskan peristiwa langsung kepada para pendengar. Seorang jurnalis radio dengan kata lain menggunakan cara yang sangat ampuh yakni kedekatan dengan pendengar dan kekuatan mencitrakan.

Person-to-person

Sudah menjadi sebuah pemahaman dasar bahwa radio merupakan medium yang sangat pribadi, sangat dekat dengan telinga pendengar. Oleh karena itulah penyiar sering berbicara secara akrab menyapa para pendengarnya. Dan pemirsa juga merasa dirinya disapa secara langsung sehingga terdapat semacam ikatan batin untuk mendengarkan informasi. Oleh karena itulah dalam prinsip penyiaran, informasi diberikan tidak secara massal tetapi secara personal, secara pribadi dengan menyapa langsung pendengarnya. Seorang presenter atau jurnalis di lapangan membayangkan dirinya sedang bercakap-cakap dengan seseorang seperti halnya kita sedang ngobrol berhadapan di sebuah kedai kopi sambil asyik menyantap hidangan. Satu lagi karakteristik radio yang unggul dengan media lainnya adalah suara yang didengarkan dari lapangan bisa penuh emosi, apakah itu emosi kebahagiaan, kemarahan atau tertawa gembira.

Localness

Kekuatan terbesar berita penyiaran berada pada radio lokal atau memberikan rasa keterlibatan pendengar setempat kepada radio tersebut. Berita di sekitar tempat dimana radio itu berada juga akan memberikan tempat di hati pendengar betapa dekatnya stasiun radio itu kepada mereka. Namun demikian tetap saja berita-berita yang terjadi di dunia lebih luas perlu diketahui oleh pendengar lokal. Sebuah kecelakaan kereta api misalnya dengan korban banyak akan memberikan konteks keselamatan para penumpang dimana banyak orang menggunakan angkutan umum ini.

 

Related Posts

Presenter radio

2014-01-10 04:23:51
admin

18

Jurnalistik radio

2013-10-23 15:05:59
admin

18

Kekuatan Radio (2)

2013-05-28 12:09:23
admin

18

Kekuatan Radio

2013-05-28 11:53:01
admin

18

Siaran Radio yang Menarik

2013-05-28 10:48:39
admin

18

Format berita Radio

2013-05-28 10:46:37
admin

18

Format Siaran Radio

2010-06-09 17:03:52
admin

18

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8