Hindari Konflik di Laut Tiongkok Selatan

South China Sea Conflict

Di tengah KTT ASEAN di Kuala Lumpur, PM Najib Razak mengatakan negara-negara ASEAN harus menghindari konfrontasi langsung dengan Tiongkok. Namun ASEAN akan mendesak adanya tata cara interaksi di perairan yang dipertikaikan di kawasan itu.

Menurut Najib, kebijakan ASEAN untuk non konfrontasi telah secara efektif mencegah ketegangan. ASEAN akan mempetahankan kebijakan untuk berhubungan secara konstruktif dengan Tiongkok.

Secara tidak langsung Najib menolak permintaan Filipina agar ASEAN bersikap tegas kepada Tiongkok. Manila memperingatkan bahwa Beijing menguasai secara de facto pulau yang direklamasinya.

Anggota ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Vientam dan Brunei memiliki masalah perbatasan laut dengan Tiongkok. Demikian juga Taiwan memiliki persoalan sama di kawasan ini dengan Tiongkok.

Dengan seruan tersebut tampak bahwa Malaysia memikirkan lebih jauh apa yang terjadi jika sikap keras dan tegas seperti diminta Filipina diambil terhadap Beijing. Dengan adanya gagasan itu maka ASEAN tampaknya ingin melanjutkan kebijakan constructive engagement seperti dilakukan terhadap Myanmar yang dulu diisolasi dunia.

Sebenarnya sikap Malaysia ini tidak beda jauh dari Indonesia yang sudah dari sej tahun 1990-an mendorong adanya code of conduct di Laut Tiongkok Selatan yang dulu disebut Laut Cina Selatan.
Tata interaksi yang pro dialog ini diperlukan karena belakangan ini sikap Filipna seperti diametral dengan Tiongkok.

Beijing dalam berbagai kesempatan mengatakan klaimnydi Laut Tiongkok Selatan adalah sah dan tidak bisa dirundingkan lagi. Bahkan sikap assertif ini ditunjukkan dengan hadirnya pangkalan baru di pulau karang di direklamasi. Sorotan terhadap pangkalan inilah yang kemudian menimbulkan ketegangan baru di kawasan itu.

Sikap Malaysia yang mendoron tata interaksi yang damai ini didukung maka ASEAN akan menghindar dari ketegangan yang tidak perlu di kawasan. Sikap ini memang bukan satu-satunya penyelesaian, namun sejak dulu intinya adalah menumbuhkan sikap saling percaya diantara pihak yang bertikai.

Dengan sikap saling percaya ini seperti terjadi antara Vietnam dan Tiongkok, bisa melakukan pengelolaan bersama kawasan yang masih dipertikaikan. Usaha diplomasi ini akan memberikan dampak positif bagi kawasan sehingga intervensi kekuatan besar seperti Amerika Serikat tidak dibiarkan berkonfrontasi dengan Tiongko.***

Related Posts

Paradigma Hubungan Internasional

2017-07-21 07:47:54
admin

8

Epistemologi Hubungan Internasional

2017-07-21 07:39:37
admin

8

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8