Pelajaran dari Siti Zainab di Saudi

Siti ZainabArab Saudi tiba-tiba saja tanpa pemberitahuan mengeksekusi warga Indonesia yang divonis mati 2001. Namanya Siti Zainab dari Madura. Dia sudah divonis mati lebih dari 14 tahun lalu. Pembunuhan berlangsung tahun 1999. Karena menunggu anak majikan Zainab, korban pembunuhan, dewasa maka baru sekarang dilaksanakan. Tidak ada maaf bagi Zainab, seorang pencari nafkah sampai ke negeri jauh. Mengharap riyal berakhir ajal. Memang pahit perjalanan Zainab ini.

Siti Zainab dipenggal di Madinah setelah divonis bersalah dalam kasus penganiayaan dan pembunuhan seorang perempuan lokal, Noura al-Morobei tahun 1999. Presiden Joko Widodo dan tiga presiden sebelumnya telah mengirimkan surat kepada raja Arab Saudi buat meminta pengampunan atas Zainab. Namun ampunan tidak ada, Zainab harus menghadapi hukum pancung Selasa (14/4).

Bagi kita yang ada di Indonesia, tidak terbayangkan panasnya padang pasir di Saudi menjadi ladang pencarian nafkah yang menguntungkan. Namun hukum disana juga keras. Pembunuhan terhadap seorang manusia dengan alasan apapun akan menghadapi pengadilan yang keras. Di negeri ini, sekitar 500.000 WNI mengais riyal, mengharap berkah dari para majikan dan pemilik usaha. Kadang keberuntungan menyertai namun ada juga yang menemui ajal. Bahkan ada yang hamil pulang ke Indonesia dengan berayah majikan atau anak majikannya. Malang juga bisa menjemput jika lari dari majikan sedangkan paspor ditahan, maka hidup merana di kolong jembatan di tengah udara siang yang panas dan kadang angin dingin malam hari.

Indonesia hanya bisa protes tanpa bisa berbuat apa-apa. Bahkan Dubes Saudi di Jakarta pun mengaku tidak diberitahukan ihwal eksekusi yang mengguncangkan negeri ini. Di tengah para pelaku kejahatan narkoba yang mau menghadapi regu tembak, tiba-tiba seorang WNI yang karena terpaksa terlibat dalam insiden mengenaskan, harus kehilangan nyawa di tangan algojo maut.

Gamang memang Indonesia ini. Segala upaya dari tiga presiden tidak meluluhkan keluarga korban pembunuhan. Gamang juga Kementerian Luar Negeri Indonesia karena informasi tidak jelas, sepotong-sepotong diterimanya
setelah nyawa Siti Zainab kembali kepada Penciptanya.

Pelajaran yang dapat ditarik dari tragedi menyedihkan ini, mawaslah hidup di negeri orang. Jangan sampai situasi buruk memaksa kita melakukan tindakan membahayakan orang lain. Banyak cerita tentang TKW yang diancam majikan karena nafu syahwat atau karena kekerasan berakhir dengan kisah tragedi, salah seorang meninggal atau terluka. Di sinilah pemerintah harus berperan terus menerus memberikan informasi, nasihat, arahan, solusi meski tanpa diminta. Sikap telaten pemerintah menghadapi para warganya yang bertebaran di muka bumi harus menjadi ciri pemerintahan sekarang. Dalam kondisi apapun, pemerintah harus menjaga, membela dan merawat para warga yang hidup jauh dari Bumi Pertiwi. ***

Related Posts

Perang Proxy di Yaman, Saudi vs Iran

2015-04-14 11:29:23
admin

18

Paradigma Hubungan Internasional

2017-07-21 07:47:54
admin

8

Epistemologi Hubungan Internasional

2017-07-21 07:39:37
admin

8

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8

Media Research Center

2016-02-01 15:57:44
admin

8

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

8

BBC News Lab and NYT Labs

2015-09-20 10:26:12
admin

8