Perang Proxy di Yaman, Saudi vs Iran

YamanSejak koalisi negara-negara Arab pimpinan Saudi melancarkan serangan di Yaman mulai 26 Maret 2015 maka jelas sudah, negeri ini menjadi ajang perang regional. Saudi Arabia dan koalisinya beranggapan bahwa suku Houthi sudah menjadi pemberontak di negeri itu karena menggulingkan presiden yang sah, Abed Rabbo Mansour Hadi.

Tadinya suku Houthi yang tersisih selama 30 tahunan berkuasa Presiden Saleh bisa memanfaatkan situasi untuk menguasai Yaman. Meski secara statistik sekitar 30 persen dari sekitar 23,5 juta jiwa adalah Houthi dari sekte Syiah Zaidi, penguasaan Yaman bisa ditafsirkan sebagai perlawanan minoritas terhadap mayoritas Sunni.

Itulah mengapa perang saudara di Yaman ini bisa menyeret negara-negara kawasan Timur Tengah. Faktor Houthi yang Syiah menimbulkan kecurigaan dari Saudi dan koalisinya bahwa kekuatan mereka yang tiba-tiba superior bisa jadi mendapat dukungan diam-diam Iran. Secara terbuka tentu Teheran tidak akan melakukan dukungan militer namun kesamaan secara sosial religius mungkin menjadi pemicu sikap mengarah ke Houthi.

Dengan penguasaan yang cepat Yaman menimbulkan kecurigaan darimana Houthi mendapatkan kekuatan. Disinilah kemudian gerakan Houthi menguasai Yaman bisa ditafsirkan sebagai ambisi regional Iran negeri sudah lama tercabik perang saudara.

Saudi langsung turun tangan dengan menjadi tuan rumah bagi presiden pelarian Abed Rabbo Mansour Hadi di Riyadh yangmelantik PM Yaman Khaled Bahah menjadi wakil presiden. Saudi berani karena mendapat dukungan dari Amerika dan sekutunya.

Namun Iran juga tidak sendirian. Di belakangnya diduga berdiri pula Rusia dan Tiongkok. Moskow dan Beijing tidak akan berdiam diri membiarkan Saudi dengan backing Amerika Serikat menguasai Yaman.

Dengan situasi seperti ini, perang di Yaman tidak akan selesai dalam waktu singkat. Kekuasaan Houthi sudah sedemikian mencengkram, bahkan ibu kota Sanaa juga dikuasainya, maka mengusir mereka akan menimbulkan banyak koran. Apalagi koalisi Saudi lebih banyak melancarkan serangan udara yang bisa fatal bagi penduduk sipil. ***

Related Posts

Pelajaran dari Siti Zainab di Saudi

2015-04-15 16:25:15
admin

18

Paradigma Hubungan Internasional

2017-07-21 07:47:54
admin

8

Epistemologi Hubungan Internasional

2017-07-21 07:39:37
admin

8

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8

Media Research Center

2016-02-01 15:57:44
admin

8

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

8

BBC News Lab and NYT Labs

2015-09-20 10:26:12
admin

8