Jokowi dan JK sambut Pilpres 2014

Hari ini titik kulminasi berbagai spekulasi siapa pendamping Capres Jokowi terbuka sudah. Jusuf Kalla yang mantan wakil presiden dan mantan calon presiden akan mendampingi Jokowi dalam pertarungan memperebutkan RI1 versus Prabowo-Hatta yang akan dideklarasikan hari Selasa (20/5).

Dengan terbukanya tirai yang selama ini menjadi bahan dialog berbagai media dan perbincangan di berbagai sudut kehidupan masyarakat Indonesia, maka diskusi akan bergeser ke arah program dan elektabilitas.

Lembaga survei memang sudah menjagokan pasakangan Jokowi-JK, sejak lama meski baru pada tahap hipotesis. Dengan simulasi disandingkan dengan berbagai tokoh, hanya dengan JK lah Jokowi memiliki tingkat elektabilitas tinggi. Kalau meminjam salah satu lembaga survei, pasangan inilah yang terkuat yang mampu menandingi pasangan Prabowo – cawapres seperti Hatta.

Simulasi yang dilakukan berbagai lembaga survei ini secara tidak langsung mengangkat wacana pasangan yang elektabilitasnya tinggi. Bahkan memberikan citra kepada pasangan Aburizal Bakrie-cawapres serta calon dari Partai Demokrat hasil konvensi yang tidak lain adalah Dahlan Iskan, tidak bisa menandingi kedua poros utama – Jokowi dan Prabowo.

Di era keterbukaan terbukti bahwa elektabilitas hasil survei ikut mempengaruhi hasil akhir dari real election. Terbukti hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei tidak jauh beda dengan real count yang dilakukan oleh KPU.
Dari berbagai survei yang dilakukan ilmiah – bukan pesanan parpol atau individu tertentu – terbukti bisa meramalkan mendekati penghitungan riil. Tentu dengan margin error yang sudah disebutkan rata-rata 2 sampai tiga persen, maka bisa jadi proyeksi lembaga survei ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena dilakukan tidak hanya oleh satu lembaga.
Akurasi lembaga dan konsultan ini akan menjadi brand bagi langkah selanjutnya. Dengan layanan data yang cepat inilah maka proyeksi aktivitas politik sudah teraba bahkan sebelum peristiwanya berlangsung seperti pilpres.

Elektabilitas lebih tinggi dinikmati oleh Jokowi-JK dibandingkan dengan Prabowo-cawapres (Hatta). Namun demikian pemilihan presiden tetap menarik karena adanya tokoh-tokoh yang ingin duduk di kursi RI 1. Kita tunggu bagaimana proses demokrasi di Indonesia ini. ***

Related Posts

Budaya politik pasca Pilpres

2014-08-20 08:01:06
admin

18

Tiga Poros Pilpres 2014 ?

2014-04-10 11:59:16
admin

18

Angka menarik hasil Pemilu 2009-2014

2014-04-10 11:48:44
admin

18

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8

Media Research Center

2016-02-01 15:57:44
admin

8

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

8

BBC News Lab and NYT Labs

2015-09-20 10:26:12
admin

8