Politik Pencapresan

Kini dengan perolehan kecil pun parpol di Indonesia masih antusias menawarkan dengan margin tinggi. Dengan enam, tujuh sampai sembilan persen parpol ini bermain untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden. Pilihannya merapat ke PDI Perjuangan seperti Nasdem, atau berkawan dengan Gerindra-na Prabowo yang meraih 12 persen atau ke juara tiga, Golkar.

Begitulah manuver yang berlangsung sekarang untuk pencapresan di Indonesia dengan kulminasi di 9 Juli. Hari penentuan jauh sehingga kecenderungannya seperti memperdagangkan persentase kemenangan untuk menduduki kekuasaan, bukan fokus kepada perannya masa mendatang.

Kini muncul nama SBY yang masih mempertahankan konvens Demokrat meski mungkin tidak layak sebagai capres karena angkanya kecil.

Sebelumnya muncul manuver PPP dan PKB soal pencapresan ini. Namun bagaimanapun manuver ini menjadi semacam tradisi dalam politik Indonesia tanpa memperhatikan suara yang diperolehnya dalam pemilu. Parpol lebih memikirkan bagaimana menduduki kekuasaan daripada memikirkan bagaimana angka yang diperoleh menjadi amanah.

Bahwa amanah itu bisa dijalankan dalam pemerintah ya tetapi juga di badan legislatif. Namun kiprah di lembaha legislatif mungkin kurang bergengsi daripada di lembaga eksekutif. Itulah mengapa dalam beberapa minggu kedepan Indonesia masih akan diramaikan dengan berbagai manuver politik baik parpol besar maupun menengah. ***

Related Posts

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

18

Politik Luar Negeri Kemanusiaan Indonesia

2015-04-18 09:19:27
admin

18

Masalah dalam Komunikasi Politik Jokowi

2015-04-06 16:51:08
admin

18

Politik untuk rakyat

2014-09-09 07:39:32
admin

18

Budaya politik pasca Pilpres

2014-08-20 08:01:06
admin

18

Menuju sikap dewasa berpolitik

2014-05-22 04:40:00
admin

18

Politik parpol ala PPP

2014-04-21 08:18:29
admin

18

Paradigma Hubungan Internasional

2017-07-21 07:47:54
admin

8

Epistemologi Hubungan Internasional

2017-07-21 07:39:37
admin

8