Ippho Santosa dan Karakter Sekolah di Inggris

Saat mulai mengenali Ippho Santosa saya mulai tahu tentang otak kanan. Ippho, si Mr Right, begitu banyak orang menyebutnya. Maksudnya otak kanan adalah sumber kreativitas. Sumber ilham untuk menembus berbagai cara berfikir otak kiri yang kronologis dan lurus. Otak kanan menjadi kunci dari terobosan. Otak kanan sumber lahirnya karya seni luar biasa. Otak kanan juga meleburkan semua kekakuan.
Begitulah yang dapat saya tangkap dari beberapa bukunya. Dengan beberapa contoh yang diajukan oleh Ippho menunjukkan bahwa kekuatan otak kanan luar biasa. Tentu saja itu juga berkat adanya otak kiri. Otak kiri dan kanan sama-sama bergunanya, namun salah satu sisi otak kanan yang bisa dieksploatasi menyebabkan kemajuan luar biasa.
Sekarang saya ingat lagi bagaimana pelajaran anak-anak SD di Inggris. Dalam beberapa hal anak-anak terutama mulai kelas satu sampai lima, banyak dipacu kreativitasnya. Banyak diajak berfikir, berdiskusi dan membahas persoalan dari sudut masing-masing murid.
Saya teringat bagaimana anak-anak itu sangat bersemangat datang ke sekolah karena sekolah dasar itu merupakan tempat bermain. Mereka “fun” berada di sekolah. Mereka gembira dan kreativitasnya tersalurkan. Bahkan itu terlihat tidak hanya dari penggunaan bahasa, tetapi dalam penulisan, membuat gambar dan mengekspresikan pendapat pribadinya atas sebuah masalah. Misalnya, dalam soal sains, mengapa hujan terjadi ? Banyak jawaban ternyata dari masing-masing anak. Dan mereka diberi kesempatan oleh gurunya.
Demikian juga ketika mengungkapkan mereka saat menulis karangan, seolah tidak ada tembok yang membebani anak-anak untuk menuliskan imajinasinya. Mereka mengekplorasi mulai dari gambar sampai dengan bahasa. Itulah mengapa penggunaan bahasa dan logika menjadi penting ketika awal pendidikan sekolah dasar. Hampir dapat dikatakan masa-masa itulah mereka merasa senang berada di sekolah sebelum kemudian semakin berat saat berada di secondary school, college dan universitas.
Apakah ini jawaban mengapa dunia kreativitas sangat luar biasa di Inggris ? Ingat dengan cerita fiksi penuh sihir dan imajinasi Harry Potter? Tidak mungkin Harry Potter lahir di tangan JK Rowling kalau sistem pendidikannya tidak memacu kreativitas otak kanan bukan ? Contoh lainnya Tolkien dengan The Ring atau Sherlock Holmes yang tokof seperti wujud apalagi tokoh-tokoh karangan Agatha Cristie.
Semuanya menjadi modal penting tidak hanya bagi sebuah kehidupan sastra tetapi malah membentuk citra sebuah negeri. Dimana imajinasi dihargai dan menjadi sebuah bagian dari kehidupan negeri tersebut. ***
Related Posts

Liputan Pemilu Inggris 2005

2015-04-15 10:48:17
admin

18

Karakter Jurnalistik

2013-05-27 08:20:43
admin

18

Home

2017-05-20 03:46:47
admin

8

Asia Pasifik: Konsep dan Definisi

2017-01-10 04:59:37
admin

8

Timur Tengah

2017-01-10 04:25:32
admin

8

Media Research Center

2016-02-01 15:57:44
admin

8

Kerangka Studi Politik Luar Negeri

2015-10-04 14:35:37
admin

8

BBC News Lab and NYT Labs

2015-09-20 10:26:12
admin

8